Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kristo Immanuel Buka-bukaan di Podcast Raditya Dika, Bakal Debut Jadi Sutradara di Film Tinggal Meninggal

Dian Ayu Pratiwi • Senin, 29 September 2025 | 21:01 WIB
Kristo Immanuel ketika menyutradai film
Kristo Immanuel ketika menyutradai film

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Podcast berdurasi hampir satu jam antara Raditya Dika dan Kristo Immanuel membuka banyak sisi menarik dari perjalanan karier dan pandangan hidup Kristo Immanuel.

Dalam obrolan santai namun penuh wawasan, Kristo berbagi cerita sejak masa kecil hingga kini menjadi sutradara.

Sejak kecil, Kristo sudah yakin ingin berkarya di industri film. Baginya, bekerja harus terasa menyenangkan, bukan rutinitas kaku seperti pekerjaan kantoran.

Baca Juga: Perjalanan Karir Kristo Immanuel, dari Peniru Suara hingga Akhirnya Sukses Jadi Sutradara

“Gue pengen kerja tuh fun gitu loh yang kayak wih gitu. Kayak pakai main-main gitu pengennya,” ujar Kristo.

Pilihan itu dipengaruhi juga oleh pengalamannya melihat ayahnya yang bekerja kantoran. Kristo merasa jalur itu bukan untuknya.

Ia menilai jika kerja kantoran kinerjanya akan jelek dan lebih percaya untuk mengembangkan hobi hingga menjadi profesi.

Baca Juga: Film Rangga & Cinta: The Rebirth of AADC Tayang 2 Oktober 2025

“Jadinya gue harus mengerjakan sesuatu hobi gue, jadi gue bagusin banget hobi gue sampai gue bisa kerja di hobi gue itu, gitu,” tambahnya.

Kristo sudah mulai menyalurkan minatnya sejak SD. Berawal dari sebuah handycam hadiah lomba kantor ayahnya, Kristo membuat film pendek bersama adik dan sepupunya. Dari situlah benih ketertarikan pada dunia penyutradaraan semakin kuat.

Dikenal Melalui Impersonasi

Meski passion utamanya adalah film, publik lebih dulu mengenal Kristo lewat kemampuan impersonasi.

Aksinya menirukan berbagai suara mulai ramai sekitar 2018–2019 dan benar-benar meledak saat pandemi 2020. Dari situlah Kristo kemudian dilirik oleh Ernest Prakasa untuk bergabung ke manajemennya.

Namun, bukan semata karena kemampuan impersonasi. Ernest juga melihat potensi lain dalam diri Kristo lewat sketsa-sketsa yang ia buat.

Kristo mengaku memang punya basic menulis, dan gaya penulisannya disukai Ernest. Dari situlah, Ernest mengajaknya bergabung dan berkembang sebagai sutradara.

Baca Juga: Wicked: For Good Tayang 21 November, Ariana Grande dan Cynthia Erivo Kembali Beradu Akting

Debut Sutradara Dalam Film "Tinggal Meninggal"

Kesempatan besar datang ketika Kristo bersama istrinya mulai menulis naskah film Tinggal Meninggal.

Awalnya, proses menulis itu hanya ia bagikan sebagai unggahan di Instagram. Namun, Ernest tertarik dengan premisnya dan meminta Kristo memaparkan sinopsis lengkap. Dari situ, proyek film akhirnya berjalan.

Dalam podcastnya Kristo menjelaskan proses kreatifnya tidak mulus. Kristo banyak berdiskusi dengan Ernest dan tim produser agar cerita yang dibangun tidak terlalu berat. Bagian ending menjadi titik diskusi paling panjang.

“Ending awalnya dark banget. Terus kita diskusi gimana supaya after taste penonton tetep di hangatnya. Karena gue pengen filmnya tuh kan ironis, full of irony filmnya gitu. Jadi gimana supaya tetap aftertaste-nya tuh ada ada sweet-nya sedikit,” jelas Kristo.

Baca Juga: Tur Sama Sama: Tulus, Sal Priadi, Kunto Aji, Idgitaf dan Dere Siap Guncang Kuala Lumpur, Catat Tanggalnya!

Dari Impersonator ke Sutradara

Pengalaman Kristo sebagai impersonator juga menyimpan kisah unik. Ia pernah menirukan suara Chris Hemsworth langsung di hadapan sang aktor.

Momen itu berkesan karena Hemsworth justru bergurau dengan mengatakan bahwa Kristo lebih mirip dirinya ketimbang dirinya sendiri.

Tak hanya itu, Kristo juga pernah menirukan suara Joko Widodo di hadapannya secara langsung. Namun, pengalaman tersebut terasa canggung baginya karena gugup dan suasana yang terlalu ramai membuat suaranya justru tidak mirip. 

Baca Juga: Sinopsis Film Tukar Takdir: Saat Selamat Justru Menjadi Hukuman, Kisah Mouly Surya Antara Trauma dan Misteri yang Mengguncang

Meski impersonasi pernah membawanya populer, arah utama Kristo kini jelas tertuju pada perfilman. Ia ingin lebih serius menekuni peran sebagai penulis maupun sutradara.  Kristo mengatakan, sejak kecil cita-citanya memang menjadi seorang sutradara.

Saat menjalani prosesnya, rasa lelah justru tak terasa berarti karena kecintaannya membuat semuanya tetap menyenangkan. Baginya, kepuasan dan hasil yang didapat jauh lebih besar daripada rasa capek yang dilalui. (mg16)

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#impersonasi #Kristo immanuel #Tinggal Meninggal #sutradara #film #Ernest #impersonate