Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Perjalanan Karir Kristo Immanuel, dari Peniru Suara hingga Akhirnya Sukses Jadi Sutradara

Tisi Aura • Senin, 29 September 2025 | 20:16 WIB
Potongan video Youtube Raditya Dika.
Potongan video Youtube Raditya Dika.

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Raditya Dika menghadirkan Kristo Immanuel sebagai bintang tamu YoutuBe podcast miliknya.

Kristo Immanuel membagikan kisah kehidupannya kepada Raditya Dika dalam podcast sepanjang 57 menit itu.

Kristo memulai mimpinya pertama kali saat duduk di bangku kelas 4 atau 5 sekolah dasar. Saat itu, ayahnya mendapat sebuah handy cam dari hasil lomba.

Handycam itu menjadi perangkat pertama yang sederhana untuk membuat film pendek bersama sepupunya.

Nama Kristo Immanuel semakin dikenal oleh publik pada masa pandemi. Saat itu, dirinya sudah memiliki kemampuannya meniru suara di tahun 2018, namun karyanya baru menjadi viral saat masa pandemi.

Hasil dari popularitasnya kemudian menarik perhatian sutradara sekaligus aktor Ernest Prakasa. Ernest kemudian mengajak Kristo bergabung ke manajemen yang dikelolanya.

”Waktu itu, Ernest liat dari sketsa-sketsa gue, katanya gue punya basic menulis dan dia suka sama style menulis gue. Ernest bilang juga kalo gue bakal dijadiin either sutradara atau penulis, gitu”, ujar Kristo menanggapi.

Film pertama yang berhasil disutradarai oleh Kristo Immanuel Adalah “Tinggal Meninggal”. Awalnya Kristo menulis ini Bersama istrinya dan Ernest kemudian mempertanyakan soal premis dari script yang ditulisnya.

“Jadi gua bikin ini bareng istri berdua, terus kita upload di Instagram. Ernest nanya premisnya dan gua diminta untuk certain ke dia sinopsis full nya seperti apa. Baru habis itu Ernest kayak oke kita go, dan ya banyak debat panjangnya soal titik mana supaya film ini ga terlalu dark gitu,”, Kristo menyampaikan script pertamanya yang berhasil menarik perhatian Ernest.

Tidak hanya dunia film, Kristo juga sangat tertarik dengan genre komedi, khususnya cringe comedy. Karya cringe comedy yang membuat dirinya tertarik yaitu The Office dan Fleeb, menurutnya dua series itu memberikan selera humor dan juga gaya bercerita yang berbeda.

Pada perbincangan “Peniru Suara Jadi Sutradara” bersama Kristo Immanuel, Raditya Dika menyoroti perjalanan karir Kristo sebagai orang yang konsisten dalam meraih mimpi.

Berbagai pengalaman serta figur penting di industri kreatif khususnya di perfilman, perjalanan Kristo memberikan kesempatan sekaligus peluang untuk jalanan karirnya yang baru.

”Karena yang pertama tuh gua enggak melihat kerja kantoran sebagai opsi dulu pas kecil, karna gua enggak melihat itu fun, gua pas kecil tuh pengen kerja yang fun gitu”, ujar Kristo saat ditanya cita-citanya sejak kecil.

Kristo menegaskan, meskipun dirinya dikenal publik lewat keahlian meniru suara, tapi dirinya tetap menekuni dunia perfilman khususnya tetap bercita-cita sebagai sutradara. 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#ernest prakarsa #raditya dika #Kristo immanuel #Tinggal Meninggal #film