RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kecamatan Semarang Selatan terdapat inovasi unik untuk mengurangi sampah plastik. Yakni, dengan mengubah galon bekas menjadi akuarium.
Inovasi kreatif dalam memanfaatkan limbah galon bekas menjadi akuarium mini, sekaligus media tanam tanaman hias dan tanaman air.
Adalah Bayu Dodi Prabowo. Kepala Seksi Pembangunan Kecamatan Semarang Selatan yang menginisiasi sulap sampah jadi akuarium sederhana.
Saat memasuki ruang kerja Kepala Seksi Kecamatan Semarang Selatan.
Gemerlap lampu kelap-kelip menghiasi dua akuarium secara vertikal maupun horisontal.
Kedua akuarium tersebut menjadi habitat baru ikan hias.
Sehingga, saat jenuh bekerja, para staf bisa memandangi ikan guna melepas penat sejenak.
Bersama Rohmat, Djumadi, dan tenaga kebersihan lainnya. Dodi -sapaannya-, mulai mengumpulkan galon bekas dan kursi plastik dari pegawai di lingkungan Kecamatan Semarang Selatan.
Kemudian, mempersiapkan peralatan pendukung, seperti cutter, gerinda, selang, keran, lampu hias, cat semprot, dan lainnya.
Proses pembuatan dilakukan secara gotong royong. Botol galon yang biasanya hanya menumpuk di rumah warga, kini disulap menjadi wadah multifungsi yang estetis.
Beberapa bagian galon dipotong dan dilubangi untuk memungkinkan penempatan tanaman hias di sisi-sisinya, seperti yang sudah diterapkan dalam prototipe sebelumnya.
Tiga buah galon bisa menjadi dua akuarium, yakni vertikal dan horisontal. Galon-galon dibelah menjadi dua.
Untuk akuarium vertikal, galon bagian atas atau yang ada tutupnya akan menjadi alasnya. Tutup tersebut dipasang keran sebagai sirkulasi air, apabila sudah kotor.
Bagian badan dibelah lagi menjadi dua. Bagian alas menjadi wadah air yang telah kotor setelah dikuras.
Di bagian badan galon menjadi tempat media tanaman.
Sementara untuk akuarium horisontal, diperlukan dua galon.
Masing-masing galon dibelah dua, bagian atas disatukan menggunakan lem. Sementara bagian bawah, menjadi wadah air saat dikuras.
Bagian dudukan terbuat dari kursi plastik. Kursi plastik bagian atas digunakan untuk dudukan akuarium vertikal, sementara bagian bawah digunakan untuk dudukan akuarium horisontal.
"Untuk hiasan, bisa ditambahkan lampu, oksigen, dan media tanam, dan ini yang membuat bukan saya sendiri, tetapi kolaborasi dengan tim kebersihan, dan disetujui oleh pak camat," ujar Dodi disela-sela membuat akuarium.
Galon yang telah dikumpulkan kemudian ditimbang dan digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan akuarium dan media tanam.
Selain berfungsi sebagai elemen dekoratif, pilar dari sampah galon ini juga mendukung penanaman semai dan penghijauan mini.
Hasilnya diharapkan dapat mempercantik lingkungan sekitar serta meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya daur ulang sampah plastik.
“Inilah fungsi dari pilar sampah, termasuk pemanfaatan botol galon sebagai akuarium yang bisa ditambahkan tanaman air. Semua bisa berfungsi,” tambahnya.
Program ini diharapkan terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam memanfaatkan limbah rumah tangga secara kreatif dan ramah lingkungan.
Ke depan, di setiap ruang pelayanan kelurahan Semarang Selatan akan ada akuarium dari galon bekas.
"Syukur bisa menjadi habitat ikan terapi, jadi saat pelayanan, masyarakat bisa menunggu sambil terapi ikan," harapnya. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi