RADARSEMARANG.ID, Semarang - Warga digegerkan dengan penemuan kerangka yang diduga merupakan kerangka manusia di lereng tebing kawasan tepi Tol Jangli, Kota Semarang, Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 11.00.
Temuan kerangka ini adanya dugaan kuat pembunuhan. Korban diduga merupakan seorang gadis bernama Mozza, warga Kabupaten Semarang.
Namun demikian, warga sekitar yang bermukim dekat lokasi penemuan tidak mencium bau busuk menyengat.
Baca Juga: Terungkap! Motif Dugaan Pembunuhan Mozza, Pacar Cemburu Lihat Chat dengan Pria Lain
Sekarang lokasi tersebut telah dipasangi police line oleh pihak kepolisian guna keperluan lebih lanjut.
Warga sekitar, Parno, mengaku mengetahui keberadaan polisi di lokasi saat melintas sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, ia melihat sejumlah mobil polisi berada di sekitar lokasi.
"Pas saya lewat tadi jam 10-an, kok ada mobil polisi banyak di situ," ungkapnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (4/9/2026).
Setelah pulang ke rumah dan berganti pakaian, Parno kemudian diberitahu cucunya mengenai aktivitas polisi di lokasi tersebut. Pria ini lantas kembali melihat kondisi di sekitar lokasi.
"Terus saya pulang sampai rumah ganti baju terus saya bilang cucu saya "Dek kok ada polisi banyak apa?" Nah, cucu saya ya ikut nengok ke situ," jelasnya.
Menurut Parno, saat polisi memasang garis polisi, dirinya sempat bertanya mengenai kejadian tersebut.
Salah seorang polisi berpakaian preman menyebut adanya dugaan kasus pembunuhan yang terjadi sekitar setahun lalu.
"Pas mau pasang police line, saya tanya, ‘Ada apa toh Pak?’ Katanya ada pembunuhan setahun yang lalu, dibuang di sini," ujarnya.
Parno menyebut, kerangka tersebut ditemukan di bagian tengah lereng. Saat proses evakuasi, dirinya tidak melihat secara langsung kondisi kerangka karena berada di bagian atas tebing.
"Kerangka pas diambil saya tidak nengok. Saya di atas, kerangkanya di bawah ditarik sama polisi pakai tas," bebernya.
Baca Juga: Kasus Orang Hilang di Bergas Terungkap, Kerangka Ditemukan di Lereng Tol Jangli
Rumah Parno berada di atas tebing jalan tol tersebut. Pihaknya menyebut, tebing depan halaman hingga menjorok ke jalan tol bagian dasar sekitaran kurang lebih 60 meter.
Ia juga mengaku tidak mencium bau mencurigakan dari lokasi penemuan. Kondisi kerangka yang sudah lama berada di lokasi diduga membuat tidak adanya bau menyengat yang tercium warga.
"Enggak ada bau apa-apa juga,, entah mungkin kabur oleh angin atau apa, tapi ya tidak mencium bau apapun yang mencurigakan," katanya.
Parno juga mendengar informasi dari warga bahwa pada malam sebelumnya ada sejumlah orang yang datang ke lokasi. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa saja mereka maupun jumlahnya.
"Ada yang bilang orang-orang lewat tadi malam sudah ke sini. Katanya polisinya sama tersangkanya, tapi saya enggak tahu berapa orang," jelasnya.
Lokasi tersebut tidak jauh dari Jembatan Candi Golf atau diatas jalan tol. Diatas tebing tersebut hanya terdapat sekitaran 4 rumah.
Lokasi dengan penemuan kerangka sekitaran 15 meter bagian kanan, persis sebelah bangunan besar deretan rumah Parno.
Parno mengaku, lokasi ujung jalan setelah tikungan tersebut sangat sepi kalau malam hari. Beberapa tahun silam, dilokasi diatas tebing lokasi penemuan, samping bangunan besar awalnya juga terdapat sebuah gubug.
"Dulu disitu ada gubug. Tapi terus dibongkar. Ketika dulu ya gak ada dengar apa-apa, atau ada keributan juga tidak ada," jelasnya.
Sementara salah satu pria yang juga tinggal di deretan rumah Parno mengaku, sama. Tidak melihat sesuatu mencurigakan selema tinggal disitu. Bahkan, remaja ini juga tidak melihat adanya temuan kerangka pagi hari itu.
"Tadi saya malah gak dengar apa-apa, tadi saya bangun tidur," kata pria yang enggan disebutkan namanya.
"Memang disini dulu itu ada gubug, ya memang gelap. Terus akhirnya dibongkar sama Satpol PP," imbuhnya.
Editor : Baskoro Septiadi