Ashraff Abu Bela Fadia Arafiq di Persidangan: Istri Saya Sudah Dihukum Netizen Sebelum Putusan Hakim

Ida Fadilah • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:50 WIB
Suami Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq, M Ashraff Abu menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (28/8/2026). (IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Suami Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq, M Ashraff Abu menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (28/8/2026). (IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - M Ashraff Abu mengungkap sisi pribadi istrinya, Fadia Arafiq, dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang.

Ia menggambarkan Fadia yang merupakan Bupati Pekalongan nonaktif itu sebagai sosok yang terlihat keras, namun sebenarnya memiliki sifat mudah iba dan tidak tega melihat orang lain mengalami kesulitan.

Ashraff mengatakan sifat tersebut justru kerap membuat dirinya dan Fadia berbeda pendapat dalam kehidupan sehari-hari.

“Orangnya itu kelihatan keras, tapi dia orangnya enggak tegaan,” kata Ashraff dalam persidangan.

Baca Juga: Curhat Ashraff Abu, Suami Eks Bupati Pekalongan Fadia Arafiq di Sidang: Saya Sangat Sedih dan Tertekan

Ia kemudian menceritakan kebiasaan Fadia ketika mereka bepergian. Menurut Ashraff, istrinya beberapa kali meminta dirinya menghentikan atau memundurkan kendaraan setelah melihat orang yang membutuhkan bantuan.

“Kadang saya sudah jalan jauh, dia suruh mundur lagi. Karena dilihat ada orang, nenek-nenek lagi panggul apa, dia enggak tega. Dia akan turun, dia akan peluk, dia bawa ke Indomaret, dia belanjain apa segala,” ujarnya.

Meski mengaku terkadang kesal dengan sikap tersebut, Ashraff menyebut dirinya justru bangga memiliki istri dengan kepedulian seperti Fadia.

“Saya kadang-kadang kesal, tapi di sisi lain saya bangga punya istri seperti itu,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ashraff juga menyampaikan pandangannya mengenai perkara yang menjerat istrinya.

Ia mengaku sedih karena menilai Fadia sebagai sosok yang tidak seperti gambaran yang berkembang setelah penangkapan.

Ashraff bahkan mengaku hingga saat itu belum melihat barang bukti yang menurutnya berkaitan dengan perkara tersebut. Ia juga menyinggung istilah operasi tangkap tangan (OTT) yang digunakan dalam penanganan perkara tersebut. 

Baca Juga: Terungkap Transfer Rp560 Juta Fadia Arafiq ke PT RNB, Sang Anak Sabiq Ashraff Bilang Begini

“Saya lihat istri saya ini, mohon maaf Pak Jaksa, waktu kemarin ditahan juga saya tidak melihat apa pun barang bukti. Mungkin saya salah, tapi saya belum lihat apa pun barang bukti,” ucapnya.

Namun, Ashraff menegaskan pernyataannya bukan untuk menyalahkan pihak mana pun.

“Saya ngomong bukan mau menyalahkan siapa-siapa, Pak, tapi sedih saja. Karena saya lihat istri saya benar-benar innocent,” katanya.

Penyanyi dangdut itu kemudian menyoroti pengeluaran Fadia yang menurutnya justru digunakan untuk membantu pembayaran pekerja outsourcing. Outsourcing itu di bawah PT RNB yang didirikan anaknya, Sabiq Ashraff.

Perusahaan itu memenangkan lelang outsourcing di Pemkab Pekalongan. Ia menilai persoalan tersebut sebenarnya bukan merupakan tanggung jawab istrinya.

“Saya lihat berapa banyak dia keluar duit sebenarnya untuk membantu sesuatu yang tidak seharusnya dia bantu untuk membayar pekerja-pekerja outsourcing. Itu saya marah sekali sebenarnya. Itu bukan tanggung jawab dia,” ujarnya.

Menurut Ashraff, dirinya tidak memahami dari mana letak kesalahan Fadia dalam persoalan outsourcing tersebut. Ia juga membantah anggapan bahwa istrinya memperoleh keuntungan besar dari kegiatan tersebut.

“Kalau ada orang bilang istri saya dapat keuntungan dari outsourcing yang menurut saya nothing kalau outsourcing dengan uang yang kami ada, saya pikir saya enggak tahu kesalahannya itu dari mana,” katanya.

Anggota DPR RI ini juga mengaku lebih sedih karena sebelum adanya putusan pengadilan, menurut dia, Fadia sudah lebih dahulu mendapat hukuman dari masyarakat melalui berbagai komentar di media sosial.

“Yang mulia belum menjatuhkan hukuman, tapi istri saya sudah dihukum duluan oleh netizen,” ujarnya.

Ia mengatakan tuduhan awal yang berkembang di publik juga membuat nama baik keluarganya terdampak.

Ashraff menyinggung adanya pemberitaan mengenai dugaan korupsi hingga Rp 46 miliar dan menyebut angka tersebut berbeda dengan nilai dakwaan yang kini diketahuinya.

Baca Juga: Kepala OPD Kab Pekalongan Bersaksi, Fadia Bantah Pernah Perintahkan Pilih RNB hingga Minta Uang

“Karena kemarin kan dituduh korupsi Rp46 miliar, terus kami berfoya-foya pakai duit itu. Saya lihat sekarang tuntutannya cuma Rp2,8 miliar. Itu pun tidak merugikan negara,” katanya.

Meski demikian, Ashraff menegaskan tidak ingin menyalahkan pihak mana pun dan menyerahkan keputusan perkara kepada majelis hakim.

“Tapi mau bagaimana lagi.Saya tidak menyalahkan siapa-siapa. Tapi risiko yang kami terima sekarang adalah nama baik istri saya sudah tercemar habis seluruh Indonesia. Untuk memperbaiki itu, saya pikir kami butuh waktu yang sangat panjang,” tuturnya. (ifa)

Editor : Baskoro Septiadi
sidang Tipikor Semarang Ashraff Abu Sabiq Ashraff korupsi Pekalongan Fadia Arafiq