Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kronologi Tawuran Depan Polsek Pedurungan Semarang, Berawal dari Penagihan Utang Berujung Bentrok Massal

Muhammad Hariyanto • Kamis, 16 Juli 2026 | 19:55 WIB
Suasana aksi tawuran depan Polsek Pedurungan, Kota Semarang Rabu (15/7/2026).
Suasana aksi tawuran depan Polsek Pedurungan, Kota Semarang Rabu (15/7/2026).

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Aksi keributan dan tawuran melibatkan puluhan massa antara anggota Ormas dengan pekerja dari koperasi terjadi di depan Mapolsek Pedurungan, Rabu (15/7/2026) malam.

Tawuran tersebut diduga dipicu dari buntut penagihan oleh pekerja koperasi simpan pinjam ke salah satu konsumen yang diduga sebagai anggota ormas.

Kapolsek Pedurungan, Kompol Navi membenarkan dan menyebut, kejadian tawuran diawali adanya perselisihan melibatkan antara sejumlah pekerja koperasi dengan seseorang diduga sebagai salah satu anggota ormas di Kota Semarang, terjadi pada Selasa  (14/7/2026) petang.

Baca Juga: SD Negeri Bener 01 Sulap Angkutan Umum Seharga Rp 20 juta Jadi Mobil Antar Jemput

"Untuk kejadian semalam terkait perselisihan antara kedua kelompok, antara salah satu ormas dan kelompok salah satu koperasi simpan pinjam. Awal mula kejadian malam habis magrib di Kelurahan Gemah di RW 12 itu terjadi penagihan hutang, ini hutang pribadi," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (16/7/2026).

"Jadi tiga orang tiga orang berinisial D, R dan E ini mendatangi rumah rumah pelapor atas nama inisial E untuk menagih hutang. Namun mungkin penyampaiannya yang tidak tidak nyaman penyampaiannya jadi terjadi cek-cok dorong-dorongan akhirnya ada terjadi luka penganiayaan, akibat pukul-pukulan dari kedua belah pihak," bebernya.

Keributan di dalam perkampungan tersebut membuat gaduh di lingkungan warga. Hingga akhirnya, pemangku wilayah setempat alias Ketua RW turun tangan mendatangi lokasi dan mengamankan mereka yang dari kedua belah pihak yang adu jotos.

"Setelah Setelah itu diamankan oleh ketua RW di kediaman beliau. Kurang lebih sekitar jam 19:30, kami mendapat informasi dan kami langsung ke TKP, melihat situasinya, sudah ramai, masyarakat sudah berkumpul di salah satu rumah ketua RW di Kelurahan Gemah," jelasnya.

Kepolisian kemudian mengamankan tiga orang termasuk satu orang yang terlibat adu jotos, atau yang ditagih hutang. Setelah diserahkan dari pihak Ketua RW setempat, mereka yang terlibat adus jotos dibawa ke Polsek Pedurungan guna penanganan lebih lanjut.

"Dan kami melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan korban juga membuat laporan dugaan penganiayaan," jelasnya.

Namun, perkara tersebut berujung damai diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Kapolsek menyebut, dari pihak korban membuat surat permohonan dari korban untuk dilakukan RJ atau restorasi justice antara kedua belah pihak, pada Rabu (16/7/2026) malam.

Surat permohonan itu sudah ada, ini di depan saya terkait masalah pengeroyokan tersebut. Sekitar jam 21.00 terjadilah kesepakatan damai di ruangan ini disaksikan oleh Pak RW juga dengan saya, sama Pak Kanit Reskrim untuk kesepakatan bersama, dan suratnya juga sudah ada komplit, suratnya ada semua," katanya.

Baca Juga: CAT PPPK Sekolah Rakyat 2026 Dimulai 17 Juli, Cek Jadwal Ujian, Cara Cetak Kartu Peserta, Dokumen Wajib dan Aturan Penting Agar Tidak Gugur

"Jadi terjadi kesepakatan damai di Polsek Pedurungan. Dan akhirnya sudah terjadi deal, salaman, sepakat dan foto-foto juga ada semua lengkap. Setelah itu bubar," jelasnya.

Kemudian, pihak dari kelompok Koperasi melanjutkan makan malam, ada sekitaran 9-10 orang.

Setelan selesai dan mau pulang, kemudian datang rombongan diperkirakan mencapai ratusan orang datang diduga dari kelompok ormas.

"Nah, setelah mau pulang itu rombongan Ormas tersebut, salah satu ormas itu, datang ke saya. Datang ke Polsek ramai-ramai ,intinya terjadi gesekan di situ, ada adu mulut, cek cok, terus kami lerai supaya tidak bersatu," katanya.

"Ini kami sebagian pulangkan lewat belakang, lewat samping Polsek, yang dari kelompok koperasi. Tapi yang kelompok ini ,(ormas) masih ramai di sini. Mereka datang ke sini itu berjumlah kurang lebih hampir 100 orang dari kelompok ormas tersebut," bebernya.

"Tiba-tiba ada kelompok lain datang ke Polsek. Kurang lebih sekitar 50 orang awalnya itu. Itu adu mulut lagi. Lah terjadilah di seberang Polsek, di luarnya, yang lampu merah itu. Disitu ramai dari jam 10.30 sampai jam 11.30," jelasnya.

Selanjutnya, pihak Polsek Pedurungan berinisiatif menghubungi Polrestabes Semarang dan kedatangan personil sekitaran 50 orang gabungan dari Resmob termasuk Provost, sekitar pukul 22.30. Kemudian kepolisian mengimbau supaya mereka yang bertikai untuk segera membubarkan diri. 

"Untuk kepulangannya dari ormas tersebut itu standby di Polsek dulu. Jadi tidak berbarengan pulangnya, kami atur, yang pulang yang kelompok koperasi dulu. Kemudian baru yang kelompok dari ormas ini pulang," katanya.

Menanggapi adanya korban luka maupun lainnya, Kapolsek belum bisa memberikan Keta secara detail. Namun demikian, pihaknya menghimbau kepada kedua belah pihak apabila ada korban segera melapor ke pihak Polsek maupun ke pihak Polrestabes. 

"Tapi dari pihak Polrestabes Semarang sudah menerima laporan dugaan penganiayaan dari kelompok Ormas tersebut," pungkasnya. (mha)

Editor : Baskoro Septiadi
tawuran depan depan polsek pedurungan tawuran ormas dan koperasi di Semarang keperasi sinergi jaya andalan ormas pp tawuran semarang