RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sidang agenda putusan sela kasus dugaan korupsi Bupati Pati nonaktif, Sudewo, di Pengadilan Tipikor Semarang berakhir dengan kericuhan hebat, Senin (29/6/2026).
Suasana yang semula khidmat oleh lantunan selawat berubah menjadi medan bentrokan setelah massa pendukung menduga Sudewo dipukul oleh seorang petugas KPK.
Tak terima dengan dugaan kekerasan tersebut, ratusan massa aksi langsung mengamuk. Pagar gedung pengadilan di Jalan Suratmo, Semarang Barat, dijebol hingga lepas. Massa yang berhasil menerobos masuk kemudian memburu petugas dan mengepung mobil tahanan.
Untuk mengamankan terdakwa, petugas terpaksa memindahkan Sudewo ke dalam mobil rantis (kendaraan taktis) milik Brimob. Namun, langkah ini justru memicu eskalasi massa.
Warga Pati—termasuk kelompok ibu-ibu—langsung menaiki dan menduduki mobil baja tersebut guna menghalangi petugas yang hendak membawa Sudewo kembali ke Rumah Tahanan (Rutan) Semarang.
Ahmad Husein, salah satu pentolan aksi asal Pati, tampak memimpin langsung aksi nekat di atas mobil rantis. Sembari mengamuk, ia menuntut pembebasan Sudewo.
"Woi, ayo keluarkan! Bawa Pak Sudewo kembali ke Pati!" teriak Husein di tengah gemuruh sorakan massa di halaman Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (29/6/2026).
Massa mengancam tidak akan turun dari kendaraan taktis tersebut sebelum oknum petugas KPK yang diduga melakukan pemukulan keluar untuk memberikan klarifikasi. Akibatnya, Sudewo sempat terjebak di dalam mobil rantis selama hampir satu jam.
Ketegangan baru sedikit mereda ketika Sudewo terpaksa keluar melalui lubang atap rantis untuk menenangkan pendukungnya.
"Semua harus tenang, jangan terprovokasi," seru Sudewo dari atas kendaraan.
Situasi perlahan bisa dikendalikan setelah Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Heri Wahyudi, mengerahkan personel Brimob dengan atribut tameng lengkap untuk mengurai massa. Mobil rantis yang membawa Sudewo akhirnya berhasil keluar dari kepungan.
Sementara itu, atmosfer di dalam gedung pengadilan sempat mencekam hingga aktivitas terpaksa ditutup total. Petugas KPK yang menjadi sasaran amarah massa, bernama Rusli, sempat dikeroyok dan bajunya robek sebelum akhirnya diamankan aparat keamanan.
Guna meredam situasi yang makin tak terkendali, Rusli akhirnya dimunculkan ke hadapan publik dengan pengawalan ketat kepolisian. Didampingi Koordinator Aksi, Mudzakir, petugas KPK tersebut akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara langsung di depan massa. Setelah tuntutan mereka dipenuhi, massa pendukung dari Pati akhirnya membubarkan diri secara perlahan. (ifa)
Editor : Baskoro Septiadi