RADARSEMARANG.ID, Semarang - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang mencecar terdakwa Robig Zainudin, penembak pelajar SMKN 4 Semarang.
Ketua Majelis hakim Mira Sendangsari menanyakan alasan Robig melepaskan tembakan pada pengendara yang melintas di depan Alfamart Jalan Candi Penataran, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.
Terlebih, saat itu salah satu motor telah pergi masuk gang dan motor rombongan korban meninggal Gamma Rizkynatta Oktavandi sudah tak lagi mengejar.
"Kenapa terdakwa turun sendiri. Ketika minggir kenapa tidak menghubungi Polsek setempat, atau rekan sesama polisi?" cecar hakim, Selasa (17/6/2025).
Mendengar pertanyaan itu, Robig lantas mengaku karena tidak sempat menghubungi atau berkoordinasi dengan rekan sesama polisi. Pasalnya kejadiannya begitu cepat.
"Kejadian itu cepat sekali, Yang Mulia. Kalaupun menghubungi teman butuh waktu setengah jam," tuturnya.
Alhasil, ia kemudian mengaku sikapnya hanya untuk menghentikan para pengendara yang membawa senjata tajam (sajam).
Tujuannya agar tidak ada korban lain. Robig pun tetap pada pendiriannya jika sikapnya hingga menembak Gamma dan teman-temannya untuk melumpuhkan agar mereka berhenti.
"Tujuan saya untuk melumpuhkan, Yang Mulia. Supaya tidak ada korban lain," aku Robig.
Mira pun kembali mencecar Robig dan menanyakan apakah benar jika tindakan Gamma dan kawannya mengancam terdakwa. "Apakah benar penumpang motor nomor dua mengayunkan sajam ke arah terdakwa? Bukan penumpang motor nomor satu?" cecarnya.
"Itu tanggung jawab moral saya sebagai anggota Polri. Saya kan bertindak awal dulu kemudian saya berkoordinasi dengan piket Reskrim. Kalau ditabrak motor keempat itu saya nggak menghindar, saya jadi korban," ucap Robig.
Kemudian, Hakim anggota Rightmen Situmorang juga mencecar korban dan menanyakan di mana letak mengancam yang dilakukan rombongan Gamma kepada Robig.
"Maksudnya saudara tadi kan bebas. Lihat orang jalan, mutar, saudara sudah bisa pulang. Pertanyaannya terancamnya di mana?" tanyanya.
Rightmen menambahkan, posisi Robig terancam apabila rombongan Gamma menyerang Robig.
Namun, ia kembali menanyakan kenapa Robig mengeluarkan senjata untuk menghentikan mereka. Terlebih terdakwa bukan anggota reserse, melainkan reserse Narkoba.
"Kenapa Saudara mengeluarkan senjata? Ngapain Saudara menghentikan itu? Tugasmu apa? Nembak-nembak untuk apa?," tegasnya.
Saat dicecar Rightmen, tampak Robig hanya bisa terdiam. Ia tak menjawab lagi pertanyaan Rightmen hingga akhir. (ifa)
Editor : Baskoro Septiadi