RADARSEMARANG.ID, Semarang — Penyidik Tim Jatanras Polda Jawa Timur (Jatim) masih melakukan pengembangan penyidikan terhadap kasus pembunuhan dan mutilasi yang melibatkan tersangka Rohmad Tri Hartanto (33) alias Antok dan mayat selingkuhnya, Uswatun Khasanah (29).
Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, disimpan dalam koper dan dibuang di beberapa lokasi di Jawa Timur.
Terbaru, sebuah video CCTV menunjukkan Antok dan Uswatun Khasanah sedang menikmati makan malam di sebuah restoran di Jalan Mayor Bismo, Semampir, Kabupaten Kediri, beberapa jam sebelum insiden pembunuhan.
Dalam video tersebut, keduanya terlihat berpegangan tangan dan tampak harmonis saat memasuki restoran pada pukul 19:46 WIB dan 19:48 WIB.
Mereka menghabiskan waktu kurang dari satu jam sebelum meninggalkan restoran sekitar pukul 20:28 WIB.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto, menyatakan bahwa meskipun tampak akur, hubungan keduanya menyimpan banyak masalah yang tidak terlihat.
“Ya memang kalau kita melihat konstruksi CCTV itu, memang kelihatan tidak ada apa-apa. Di situ yang bersangkutan berdua ini baik-baik saja, namun kenyataannya setelah kami lidik lebih dalam, memang ada permasalahan-permasalahan yang menimpa dua orang tersebut,” ujarnya.
Insiden pembunuhan terjadi pada pukul 00:30 WIB di dalam salah satu kamar hotel di Jalan Mayor Bismo No. 409, Semampir, Kota Kediri pada Senin, 20 Februari 2025.
Dirmanto menegaskan bahwa pihaknya masih mendalami jarak waktu antara makan malam dan kejadian pembunuhan.
“Jarak makan malam dengan kejadian masih kami dalami,” tutup Dirmanto.
Sebelum dibunuh Rohmad Tri Hartanto (33) alias Antok, Uswatun Khasanah (29) menikmati makan malam bersama pelaku di sebuah restoran di Jalan Mayor Bismo, Semampir, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Baca Juga: Februari Program Skrining Kesehatan Gratis Diluncurkan, Ini Cara Dapatnya
Uswatun mengenakan pakaian berwarna merah muda dengan rambut panjang terurai.
Sementara, Antok mengenakan pakaian atasan berwarna gelap.
Mereka berada di area parkiran restoran pukul 19.46 WIB, Minggu (19/1).
Keduanya masuk dan duduk sambil mengobrol menikmati makanan dan minuman yang dipesan.
Keduanya meninggalkan restoran pada pukul 20.28 WIB.
Rekaman CCTV di restoran menunjukkan momen kebersamaan mereka sekitar dua jam sebelum menginap di hotel, yaitu sekitar pukul 22.00 WIB pada Minggu.
Kronologi ini sesuai dengan keterangan yang disampaikan penyidik dalam konferensi pers di Gedung Bidang Humas Mapolda Jatim pada Senin (27/1).
Dua jam kemudian, Uswatun dibunuh kekasih gelapnya itu pada pukul 00.30 WIB, di kamar 301 sebuah hotel di Kediri, Senin (20/1).
Antok kemudian mutilasi tubuh Uswatun menjadi empat bagian mulai pukul 01.30 WIB hingga pukul 05.00 WIB.
Tubuh Uswatun dibuang di tiga wilayah kabupaten pada Selasa (21/1) hingga Rabu (22/1), yaitu Ngawi, Trenggalek, dan Ponorogo, sehingga membuat pencarian semakin rumit.
Baca Juga: Taruna Akmil Lulus Langsung Berpangkat Letnan Dua Letda, Ini Jurusan Program Studinya
Motif di balik pembunuhan dan mutilasi Uswatun diduga berkaitan dengan dendam terhadap ucapan menyakitkan yang dilontarkan oleh korban.
Korban disebut sering mengolok-olok anak tersangka dengan kata-kata kasar, menyebabkan Antok marah dan akhirnya melakukan tindakan pembunuhan.
Selain itu, perjalanan hubungan percintaan antara Antok dan Uswatun memang tidak mulus.
Tersangka Antok menyebut korban uswatun memaksanya untuk segera dinikahi dengan syarat menceraikan istri sahnya.
Ketegangan ini diduga menjadi faktor pemicu konflik yang berujung pada pembunuhan dan mutilasi terhadap Uswatun Khasanah. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi