Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Rangkuman Fakta-fakta Kematian Santri Ponpes Al Hanafiyah Bintang Bilqis Maulana, Ternyata Tak Hanya Sekali Dikeroyok

Baskoro Septiadi • Kamis, 29 Februari 2024 | 15:51 WIB
Suyanti, 38, menunjukkan foto Bintang Balqis Maulana semasa hidup bersama kakak-kakaknya. Dia berharap kasus kematiannya diusut seadil-adilnya. (Foto: Greta Wardani/JPRG)
Suyanti, 38, menunjukkan foto Bintang Balqis Maulana semasa hidup bersama kakak-kakaknya. Dia berharap kasus kematiannya diusut seadil-adilnya. (Foto: Greta Wardani/JPRG)

RADARSEMARANG.ID, Kediri - Kematian Bintang Bilqis Maulana, 14, santri di ponpes Ponpes Al Hanafiyah Desa Kranding, Mojo masih terus dalam penyelidikan.

Pemuda asal Glenmore, Banyuwangi diduga meninggal akibat pengeroyokan yang dilakukan oleh empat temannya sesama santri. Para terduga pelaku kemarin sudah diamankan di Polres Kediri Kota.

Dilansir dari Radar Kediri, dugaan pengeroyokan terjadi pada Rabu (21/2) malam. Berikut fakta-fakta yang coba dirangkum Jawa Pos Radar Semarang.

1. Rabu (21/2) malam Bintang yang ada di pesantren didatangi oleh dua pelaku.

2. Beberapa hari sebelumnya memang korban sudah bilang ke ibunya kalau tidak kerasan di pondok ingin pulang.

3. Melihat korban sering sambat kepada ibunya, salah satu pelaku yang juga kerabat korban lantas menegur.

4. Puncaknya, dua pelaku diduga langsung memukuli Bintang. Tak berselang lama, datang dua pelaku yang diduga juga melakukan pemukulan. Aksi mereka baru berhenti setelah Bintang ditolong oleh para santri lainnya.

5. Akibat pengeroyokan tersebut, Bintang menderita luka lebam di beberapa bagian tubuhnya. Salah satu yang terlihat adalah di pipi kanan dan kiri. Awalnya diobati sendiri di pondok. Baru dibawa ke RS Jumat (23/2) pagi setelah kondisinya melemah.

6. Bintang tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia Jumat pagi. Jenazahnya dibawa ke pesantren sekitar pukul 09.00 sebelum kemudian dipulangkan ke Banyuwangi.

7. Bintang tidak hanya sekali dikeroyok oleh empat temannya sesama santri. Melainkan sudah beberapa kali dipukuli. Pemukulan terjadi sejak Selasa (20/2) hingga Kamis (22/2) siang.

8. Tidak hanya disundut menggunakan rokok, dia juga dipukuli di beberapa bagian tubuhnya. Mulai pipi, dada, punggung, dan beberapa bagian tubuhnya yang lain. 

9. Pemukulan pada Selasa (20/2) lalu dipicu karena Bintang yang mendapat giliran piket bersih-bersih lingkungan pondok menolaknya. Alasannya, dia baru saja sembuh dari sakit.

10. Kemudian, pemukulan kedua terjadi pada Rabu (21/2) malam. Pemicunya, Bintang tidak mengikuti salat berjemaah. Pemukulan kembali terjadi pada Kamis (22/2) siang. AF, 16, salah satu tersangka yang juga sepupu Bintang melakukan pemukulan bersama tersangka lain. Sebab, dia sering mengadukan masalah di pesantren kepada Suyanti, 38, sang ibu.

11. Polres Kediri Kota melanjutkan pengusutan kasus tewasnya Bintang Balqis Maulana, 14, santri Ponpes Al Hanafiyyah, pada Jumat (23/2) pagi lalu. Dan akhirnya menetapkan empat tersangka pelaku pengeroyokan. Pelaku yang semuanya santri itu langsung dijebloskan ke tahanan.

12. Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji mengatakan, penetapan empat tersangka dilakukan pada Minggu (25/2) malam.

13. Empat pelaku yang merupakan santri Ponpes Al Hanafiyah. Mereka adalah MN, 18, santri asal Sidoarjo; MA, 18, santri asal Nganjuk; AK, 17, santri asal Surabaya, dan AF, 16, santri asal Bali yang tak lain merupakan sepupu korban. (bas)

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#kediri #santri #PONPES