Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Penangkapan Penyelundup Asal Bangladesh Buktikan Imigran Rohingya Bukan Terdampar Tapi Diselundupkan

Aby Genta Putra Prasetya • Jumat, 8 Desember 2023 | 17:31 WIB
Penangkapan Penyelundup Asal Bangladesh, Buktikan Imigran Rohingya Bukan Terdampar Tapi Diselundupkan
Penangkapan Penyelundup Asal Bangladesh, Buktikan Imigran Rohingya Bukan Terdampar Tapi Diselundupkan

RADARSEMARANG.ID - Kedatangan bergelombang pengungsi beretnis Rohingya asal Myanmar belum mendapatkan jalan keluar.

Mereka mendamparkan diri di pesisir pantai Aceh, salah satunya Pantai Tapak Gajah di Kota Sabang dan prmerintah memindahkan sebagian besar pengungsi ke fasilitas Kabupaten Pidie.

Penolakan dari warga setempat terus bermunculan, warga Aceh sendiri sudah muak dengan kedatangan terus-menerus imigran asal Myanmar tersebut.

Sebelumnya, para imigran ini memang melarikan diri dari negaranya dikarenakan persekusi yang dilakukan oleh junta militer.

Bangsa Rohingya dianggap bangsa kelas kedua dalam hirarki pemerintahan Myanmar, mereka secara resmi tidak mengakui keberadaan Rohingya.

Junta militer yakni pemerintahan otoriter dan dikendalikan penuh oleh rezim militer yang sekarang dipimpin oleh Min Aung Hlaing yang sebelumnya mengkudeta Aung Saan Su Kyi sebagai Perdana Menteri.

Tujuan kedatangan mereka menuju negara-negara bermayoritas muslim, mereka berharap dengan adanya kesamaan kepercayan maka akan lebih mudah untuk mencari suaka.

Sayangnya, penolakan lah yang mereka terima. Warga Aceh sudah tidak tinggal diam karena wilayahnya didatangi terus-menerus oleh warga Rohingya.

Berkaca dari situasi di Malaysia, Warga Aceh tidak mau dengan kedatangan terus- menerus pengungsi Rohingya ini akan berdampak buruk bagi stabilitas keamanan di Aceh sendiri.

Penolakan-penolakan makin gencar ditunjukkan oleh warga Aceh, mereka bahkan merubuhkan tenda-tenda milik imigran Rohingya yang dipasang di pantai desa Balohan.

Viralnya aksi warga ini bahkan mengundang dukungan dari warganet seluruh Indonesia yang merasa kesal dengan para imigran tersebut.

dilansir akun @Akbaradii dari X/Twitter berkomentar " bukan cuma orang Aceh aja, kita semua se-Indonesia harus mem-push pemerintah terutama Kemenlu untuk mengambil sikap tegas dengan berunding bersama UNHCR".

Baca Juga: Kronologi Tewasnya Prajurit Yon Zipur 4/TK Diduga Dianiaya Senior, 6 Tersangka Terancam Dipecat TNI

Warganet berpendapat pasti ada kesan "pembiaran" dari aparat dan UNHCR terkait masuknya imigran Rohingya menuju perairan Indonesia.

“Kebutuhan para pengungsi sangat besar, dan penting bagi kita untuk bekerja sama dalam semangat berbagi tanggung jawab, untuk membantu mereka,” ujar Ann Maymann, Kepala Perwakilan UNHCR Indonesia dilansir unhcr.org.

Kepala Divisi Keimigrasian Kemenhukam Aceh mengungkap ada sindikat dibalik kedatangan bangsa Rohingya ke Indonesia.

Bahkan UNHCR sendiri mengetahui permainan dibalik layar yang memanfaatkan kondisi sulit ini melalui penuturan pengungsi Rohingya yang mengaku membayar untuk bisa sampai ke Indonesia.

Polres Pidie melalui akun Tiktok @polrespidie30 membenarkan penangkapan seorang warga negara Bangladesh yang menjadi otak dibalik penyelundupan imigran-imigran Rohingya ke Indonesia (7/12).

" Satuan Reskrim Polres Pidie berhasil menangkap satu warga negara Bangladesh yang diduga menjadi agen penyelundupan pengungsi Rohingya" dilansir @polrespidie.

Disebut agen ini berangkat dari Bangladesh bersama-sama para pengungsi lewat broker yang juga ada di Bangladesh.

Polanya, melalui pantai Bangladesh lalu menaiki kapal kecil hingga transit di suatu tempat yang akan memindahkan para pengungsi ini ke kapal yang lebih besar.

Sedangkan untuk kebutuhan makan dan hal lainnya milik para pengungsi ini dijamin oleh agen yang membawa mereka hingga sampai negara tujuan.

Editor : Baskoro Septiadi
#aceh #pengungsi #penyelundup #rohingya #unhcr