RADARSEMARANG.ID - Akhir-akhir ini jagad dunia maya dihebohkan dengan pengakuan seorang wanita lewat menfess @UNYMfs.
Ia mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari seorang bernama M. Fahrezy.
Yang seorang anggota BEM di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Ia mengaku dilecehkan dan diperkosa berulang oleh M. Fahrezy dengan ancaman akan menyebarkan foto tidak senonohnya.
Berhari hari kasus ini ramai diperbincangkan oleh khalayak ramai, bahkan sampai trending di X/Twitter.
Keadaan berubah saat ada netizen yang memposting kejanggalan cara penulisan chat oleh "korban".
Setelah hal tersebut, opini warganet pun terbelah, ada yang tetap mendukung "korban" dan ada yang merasa janggal.
Bahkan sempat terjadi aksi doxing identitas M. Fahrezy dan pembongkaran akun "korban" yang banyak berisi penjualan pornografi.
Hingga akhirnya pada (12/11) M Fahrezy didampingi pihak kampus melaporkan balik "korban" ke Polda DIY atas tuduhan pencemaran nama baik.
Baca Juga: Presiden Klub Liga 1 Madura United Achsanul Qosasi Jadi Tersangka Kasus Korupsi BTS
Setelah laporan diterima, pihak berwajib mulai menyelidiki kebenaran kasus ini.
Kebenaran mulai terlihat pada hari ini (13/11), Polda DIY meringkus seorang pria yang merupakan sosok asli dibalik akun "korban" yang mengaku dilecehkan.
Kondisi pun berbalik, pelaku pencemaran nama baik ini berinisial R.A.M.
Baca Juga: Lakukan Pelecehan, BEM Pecat Anggotanya
yang juga merupakan mahasiswa UNY, adik tingkat dari korban sebenarnya, M. Fahrezy.
Motifnya ialah R.A.M kesal karena pernah ditegur oleh seniornya tersebut pada sebuah acara.
Fakta lain berbicara R.A.M juga merasa tidak terima saat ia tidak diterima untuk memasuki keanggotaan BEM UNY.
Tanggapan netizen bahkan berbalik mendukung M.Fahrezy seperti komen @kadyasandya "dibawa ke pengadilan? bagus deh. biar ga sembarangan nuduh orang di internet"
Ada juga netizen yang merasa geram karena dengan adanya kasus seperti ini bakal menyulitkan korban pelecehan seksual yang asli.
"Yang bercandaan pakai kekerasan seksual kalian jahat. Kasian korban KS beneran makin susah buat speak up" ujar akun @sepuhmlbb. (*/bas)
Editor : Baskoro Septiadi