Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Miris, Siswa SD di Semarang Ditangkap karena Ikut Tawuran

Muhammad Hariyanto • Minggu, 29 Oktober 2023 | 17:17 WIB
Para remaja ditangkap karena akan tawuran saat akan dibawa ke Mapolrestabes Semarang Sabtu (28/10) dinihari.
Para remaja ditangkap karena akan tawuran saat akan dibawa ke Mapolrestabes Semarang Sabtu (28/10) dinihari.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sebanyak 23 remaja diamankan anggota Polrestabes Semarang Sabtu (28/10).

Mereka diduga terlibat aksi tawuran. Mirisnya lagi, satu diantaranya masih di bawah umur. Seorang pelajar Sekolah Dasar (SD). 

Mereka diamankan oleh anggota Samapta Polrestabes Semarang di dua lokasi terpisah.

Penangkapan pertama di Jalan Kawi 3 Kelurahan Wonotingal, Tegalsari, Kecamatan Candisari, sekitar pukul 04.00 WIB. Polisi juga menyita berbagai jenis senjata tajam. 

"Tim patroli Perintis Presisi Satu Samapta mendatangi TKP tawuran dan mengamankan 17 remaja. Diamankan tiga sajam, satu  stik golf serta satu kabel," ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar melalui pesan singkat WhatsApp (WA). 

Selanjutnya, mereka dibawa ke Mapolrestabes Semarang untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. Kemudian diserahkan ke piket Reskrim Polrestabes Semarang guna penanganan lebih lanjut. 

 Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain PSIS vs Persija, Mahesa Jenar Lagi On Fire, Macan Kemayoran Sedang Melempem

Tak hanya di Jalan Kawi, Candisari, petugas juga mengamankan sejumlah orang di wilayah Tambak Lorok, Semarang Utara sekitar pukul 01.30 WIB. Di lokasi ini juga ditemukan sejumlah senjata tajam dari berbagai jenis. 

"Awalnya mendapatkan informasi adanya kejadian ini saat melakukan patroli aksi balap liar dan tawuran. Kemudian mengamankan adanya enam pelaku dan enam senjata tajam," ungkap Kasatsamapta Polrestabes Semarang AKBP Asep Supriyanto. 

"Awalnya di Tambaklorok dulu, kemudian di Jalan Kawi. Jadi ada 23 remaja. Ada juga satu anak (SD) langsung kita pulangkan. Setelah kita amankan kita serahkan ke reskrim," sambungnya. 

Asep mengatakan, rata-rata mereka masih usia pelajar. Mereka ingin menunjukkan eksistensi di pergaulan. Kemudian membentuk kelompok dan melakukan aksi tawuran. 

"Rata-rata untuk menunjukkan eksistensi, jatidirinya, konten. Jadi mereka membentuk kelompok kelompok, komunitas, geng-geng lah. Kalau sekarang nyebutnya gangster. Ditemukan botol miras juga. Ya rata rata itu. Mereka itu beraninya habis minum, kalau gak minum ya gak berani," ujarnya. 

Ia berharap kepada orang tua untuk selalu lebih ketat dan tegas dalam mengawasi anak-anaknya.

Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya sesuatu negatif dan mencegah terjadinya tindak pidana.

 Baca Juga: Marak Tawuran di Semarang, Belasan Remaja Bersenjata Tajam Diamankan

 "Kemarin kita sudah hadirkan orangtua guru dan sebagainya. Memang apapun itu, mau ada tindakan pidananya atau tidak, kita minta orangtua, ke depan ini, RT RW bisa hadir, seperti halnya yang diamankan terkait balap liar. Kita ngasih imbauan," katanya. (mha/ton)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Polrestabes Semarang #Siswa #TAWURAN #SD