RADARSEMARANG.ID, Semarang - Andi Prasetyo, 40, warga Bukit Rejo, Kelurahan Tandang meregang nyawa di rumah sakit Roemani Semarang.
Pria tersebut tewas setelah dibacok sejumlah orang di wilayah Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari Kota Semarang, Selasa (8/8) sekitar pukul 22.30.
Korban meninggal dengan luka robek pada dahi dan sejumlah luka di wajahnya akibat sabetan senjata tajam oleh pelaku.
Selain itu juga ada korban lainnya, namun masih selamat. Danang Riswanto mengalami luka robek bagian pipi sebelah kiri, dan Joko Susanto luka robek pada tangan kanan dan kiri.
Informasi yang diperoleh, kejadian ini bermula saat korban bersama rekannya berkumpul di Sambiroto, Kecamatan Tembalang.
Kemudian, korban mengendarai motor sendirian menuju lokasi Jalan Saputan Barat RT04/RW13, Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, persisnya depan warung angkringan.
Di tempat ini, korban tiba-tiba diserang dua orang menggunakan senjata tajam jenis pedang.
Lokasi pembacokan ini persis berada di depan rumah Tukino, ketua RT setempat. Hanya saja pada saat pembacokan ini Tukino tidak mengetahui secara pasti dan hanya melihat dari CCTV yang terpasang di rumah tetangga.
Namun, sempat mendengar keributan di jalan depan rumahnya yang juga ada warung angkringan.
"Kalau melihat dari CCTV, itu korban datang sendirian. Pas di angkringan ini, korban langsung diserang dari belakang dua orang, yang juga mengendarai sepeda motor. Kemungkinan sudah dibuntuti dari belakang, tapi dia (korban) tidak tahu," ungkap Tukino Rabu (9/8).
Setelah dibacok di tempat tersebut, perkelahian kembali terjadi antara dua orang pelaku dengan korban di pertigaan jalan Kampung, sekitar 10 meter dari lokasi kejadian awal.
Tak berhenti di situ, perkelahian disertai pembacokan berlanjut di Jalan Saputan Raya, wilayah RT04/RW11. Korban kembali dibacok-bacok hingga tersungkur di tepi jalan.
Masih terlihat jelas bercak darah di sejumlah tempat kejadian tersebut. Yakni di jalan, di tembok warga, terutama TKP terakhir dekat mobil angkot parkir.
Tukino mengaku tidak mengetahui secara persis motif dari kejadian tersebut. Namun, menurut informasi yang diperoleh, korban mendatangi tempat tersebut dengan tujuan mencari seseorang. Namun, belum diketahui siapa maksud orang yang dicari korban.
Wahyu Adi, pria yang mengaku sebagai rekan korban mengatakan awalnya bersama korban. Namun dari Sambiroto, korban naik motor duluan menuju lokasi.
Sedangkan Wahyu dan dua rekannya menyusul dari belakang. Mereka melihat korban dibacok sejumlah orang di TKP ketiga.
"Kita sebagai teman, pas lihat langsung lari nyusul. Membantu. Pas itu mereka (pelaku) tak sabet pakai lampu neon. Saling sabet. Teman saya ada yang kena (bacok)," jelasnya. Teman korban yang kena bacokan adalah Joko Susanto dan Danang Riswanto.
Kapolsek Candisari Iptu Handri Kristanto mengatakan satu orang korban pembacokan meninggal.
Hasil penyelidikan awal, kejadian ini dipicu dendam dan sudah saling melakukan tantangan perkelahian.
"Dari pulbaket bahwasanya, antara korban dengan pelaku sudah ada dendam. Terjadilah perselisihan, dan keduanya (pelaku dengan korban) saling mencari. Hingga akhirnya terjadilah kejadian ini," katanya.
Pelaku pembacokan lebih dari satu orang. Polsek Candisari dan Satreskrim Polrestabes Semarang juga masih mengejar para pelaku.
"Berdasarkan keterangan saksi, pelaku ada dua orang. Namun yang melakukan pembacokan satu orang. Kita sudah koordinasi dengan Polrestabes Semarang, dan identitas pelaku sudah kita kantongi. Kita berharap, pelaku segera menyerahkan diri," imbuhnya. (mha/ton)
Editor : Baskoro Septiadi