Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Fakta Baru Terungkap di Pra Rekonstruksi Pembunuhan Driver Taksi Online di Mugas Dalam Semarang

Muhammad Hariyanto • Kamis, 27 Juli 2023 | 20:45 WIB
Pelaku memperagakan adegan pembunuhan dalam rekontruksi pembunuhan driver taksi online di Jalan Mugas Dalam Semarang.
Pelaku memperagakan adegan pembunuhan dalam rekontruksi pembunuhan driver taksi online di Jalan Mugas Dalam Semarang.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Baghastian Wahyu Kisara, warga Semenharjo, Balong Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Pelaku pembunuhan sopir taksi online di Jalan Mugas Dalam, Kelurahan Mugassari, Semarang Selatan menjalani pra rekonstruksi di TKP, Kamis (27/7/2023) sekitar pukul 10.00.

Sebanyak 25 reka adegan diperagakan dalam pra rekonstruksi yang dilaksanakan oleh Satreskrim Polrestabes Semarang.

Terlihat, pelaku kooperatif dalam memperagakan proses pra rekonstruksi mulai dari awal sampai akhir.

Peragaan pertama di dalam mobil Kijang Innova warna hitam, milik korban ketika berhenti di lokasi kejadian, persisnya depan Pos Kamling Mugas Dalam.

Ditengah-tengah proses peragaan tersebut, pelaku sempat mendapat perlawanan dari korban ketika di todong menggunakan sebilah pisau di bagian leher sebelah kanan.

"Pas dia saya todong, dia melawan, membalikan badan kemudian melawan memukul kena muka saya. Terus saya tusuk (leher)," kata pelaku kepada penyidik, saat pra rekonstruksi di TKP, Kamis (27/7/2023).

Korban diperankan oleh anggota Polrestabes Semarang. Setelah mendapat sejumlah tusukan dari pelaku, korban keluar mobil dari pintu depan bagian samping kanan.

Berjalan dengan sempoyongan ke belakang mobil. Sekitaran lima sampai enam meter, tubuh korban jatuh tersungkur, tertelungkup ke aspal tengah jalan.

Kemudian, pelaku turun melalui pintu tengah, sebelah kanan. Lalu masuk ke mobil. Terlihat mobil tersebut sempat mundur ke belakang, dua meter.

Setelah itu kabur, kearah Jalan Menteri Supeno, dan menuju kampung halamannya di Kabupaten Karanganyar.

"Dia untuk mengatur persneleng aja, makanya mundur dikit. Tadi juga menurut keterangan tersangka, dia gak tahu kalau korban jatuh di belakang," ungkap Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny S Lumbantoruan, di TKP.

Donny membeberkan, pra rekonstruksi ini bertujuan untuk melakukan kesesuaian antara keterangan tersangka, termasuk saksi-saksi saat peristiwa terjadi.

Selanjutnya, kelengkapan berkas perkara tersebut dikirim ke Kejaksaan untuk proses hukum selanjutnya.

"Prarekonstruksi ini, tujuan kita untuk menyusun adegan per adegan yang nantinya akan kita pergunakan pada saat proses rekonstruksi sampai dengan ke kejaksaan.
Dari sini kita sudah menyusun sejumlah 25 adegan, dari mulai kedatangan korban sampai dengan terakhir tersangka pergi, dengan saksi saksi datang," bebernya.

"Tadi sudah kita cocokan kesesusaian antara keterangan tersangka maupun keterangan saksi dan juga bukti didukung dari CCTV.
Sejauh ini sesuai dengan apa yang sudah disampaikan, baik keterangan saksi, tersangka maupun CCTV," sambungnya.

Peristiwa ini, Donny juga menyebutkan pelaku mendapat empat luka tusukan. Pertama ditusuk pelaku pada bagian leher sebelah kanan. Kemudian, ditusuk pada dada kanan sekali, dan di bagian dada kiri sebanyak dua kali.

"Hasil sementara secara otopsi ditemukan empat luka tusukan, pertama di leher kanan. Itu datanya sampai muncrat keluar ke pintu. Kemudian satu dada kanan dan dua dada kiri. Nah yang membuat kematian ini adalah tusukan di dada kiri yang mengenai jantung," katanya.

Pra rekonstruksi tersebut berlangsung lancar dan aman. Kegiatan tersebut juga mendapatkan pengawalan petugas, bersenjata laras panjang, oleh anggota Jatanras.

Akses jalan tersebut juga ditutup menggunakan policeline. Bahkan, juga menjadi tontonan warga sekitar. (mha/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Pembunuhan semarang #driver taksi online ditikam #kriminalitas semarang