Bahkan, pelaku utamanya juga telah ditangkap oleh anggota Satreskrim Polrestabes Semarang.
Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Semarang, otak penyerangan itu adalah Asta Budi Setiyawan, 22, warga Jalan Tegalsari Timur 3, Tegalsari, Kecamatan Candisari.
Ia diamankan di wilayah Kota Semarang, Rabu (18/1) sekitar pukul 04.00. Asta ditangkap bersama kekasihnya, Vannesa Bulan Maharani, 21, warga Jomblang, Kecamatan Candisari. Adapun barang bukti yang diamankan sebilah celurit dan kaos hitam bertuliskan Army.
Kapolsek Candisari Iptu Handri Kristanto kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (18/1), menjelaskan, sebelumnya anggota Polrestabes Semarang dan Polsek Candisari telah melakukan penangkapan terhadap lima anggota gerombolan pemuda tersebut.
Namun lima orang yang diamankan bukan pelaku utama. Kasus ini tengah ditangani Satreskrim Polrestabes Semarang.
"Sementara ini, lima orang sudah dimintai keterangan terkait kejadian penyerangan Minggu pagi (15/1). Namun mereka masih berstatus saksi. Karena dalam keterangannya, meski bersama gerombolan pelaku, namun mereka hanya melihat dari atas motor," bebernya.
Handri mengatakan, dugaan sementara penyerangan tersebut bermotif asmara. Hal ini didapatkan dari keterangan para pelaku yang telah diamankan sebelumnya.
"Dari keterangan terduga pelaku yang sudah diamankan, ada motif lain selain salah paham. Tapi untuk lebih jelasnya, menunggu perkembangan lanjut," katanya.
Kapolsek menambahkan, hingga saat ini, Tim Gabungan Polrestabes Semarang dan Polsek Candisari masih memburu para gerombolan tersebut. Pihaknya mengimbau para pelaku menyerahkan diri.
"Kami sudah kantongi seluruh identitas orang-orang yang terlibat dalam kejadian itu. Hasil penyelidikan ada 18 orang. Kami imbau lebih baik para pelaku menyerahkan diri. Karena secepatnya akan kami tangkap," tegasnya. (mha/aro) Editor : Agus AP