Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Semarang, berdasarkan hasil otopsi RSUP dr Kariadi Semarang korban meninggal akibat terganggunya fungsi pernafasan disebabkan dari bekapan suatu benda yang diduga guling atau bantal. Selain itu, terdapat luka memar antara bibir dan hidung.
"Betul, dugaan dibekap, akhirnya meninggal. Kalau dicekik, tidak ada bekas cekikan di leher," ungkap sumber Jawa Pos Radar Semarang yang keberatan ditulis namanya.
Kali pertama ditemukan, tubuh korban terlentang dan mukanya tertutup guling. Dugaan pembunuhan ini juga menguat karena pintu kamar korban terkunci dari luar, dan tidak ada kunci yang terpasang. Hasil olah TKP petugas, perhiasan kalung emas milik korban hilang. Termasuk, handphone juga belum ditemukan.
Berdasarkan penelusuran koran ini, dugaan kuat yang mengarah pembunuhan ini disampaikan oleh salah satu anggota Polrestabes Semarang yang berada di lokasi kejadian saat berada di warung makan tak jauh dari TKP.
"Ada anggota polisi makan di sini. Saya tanya matinya kenapa? Dibunuh. Ditekek. Tidak ada darah yang keluar. Bilangnya gitu. Terus saya diperlihatkan handphone-nya ada gambar orangnya yang meninggal," ungkap salah satu pedagang di sekitar lokasi kejadian.
Perempuan ini pun terkejut lantaran korban merupakan pelanggan barunya. Menurutnya, menempati kos tersebut setelah lebaran lalu. Namun tidak mengenal nama pelanggannya tersebut.
"Hampir setiap hari makan malam di warung saya sekitar pukul 22.00. Kalau pas akhir-akhir kemarin itu PPKM, ya sebelum jam 20.00. Orangnya hitam manis. Tapi di handphone kelihatan putih," katanya sembari tersenyum.
Menu makan yang dipesan setiap datang ke warung adalah lele dan tempe. Sepengetahuannya, korban sering makan di warung sendirian. Ia kerap mengenakan celana panjang biru robek-robek, sama saat ditemukan meninggal.
"Seringnya ya pakai celana biru yang robek-robek itu. Bu makan, lele sama tempe. Orangnya pendiem, tidak banyak ngomong. Setelah pesan, mainan handphone. Selesai makan ya langsung pulang kos," jelasnya.
Pedagang ini mengaku penasaran karena beberapa hari terakhir korban tidak datang ke warungnya. Seingatnya, korban datang ke warungnya Jumat (2/7/2021) lalu."Makan terakhir ya Jumat malam lalu. Setelah itu tidak ada. Saya juga sempat rasan-rasan sama suaminya saya. Pak mbake kos kono sing biasa mangan nek kene rak tau ketok meneh. Eh lha kok ternyata meninggal. Saya sampai tidak bisa tidur," imbuhnya. (mha/aro) Editor : Agus AP