RADARSEMARANG.ID, Semarang - Seorang perempuan penghuni kamar kos D’Paragon Jalan Jogja No 26, Randusari, Kota Semarang, ditemukan tewas di kamarnya dalam kondisi membusuk, Senin (5/7/2021) siang.
Korban diketahui bernama Raras Kurnia Dewi, 29, warga Depokrejo, Kebumen. Ada dugaan korban tewas dibunuh.
Sebab, korban dikunci dari luar. Di kamar korban ditemukan sejumlah puntung rokok merek berbeda. Handphone milik korban juga diketahui hilang.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, korban ditemukan sudah tak bernyawa di kamar lantai II nomor 36.
Letaknya di ujung bagian timur di dekat tangga. Kali pertama korban ditemukan penjaga rumah kos, Triyono, 25, sekitar pukul 12.00.
Saat itu, Triyono hendak mengecek barang inventaris di setiap kamar.
Ketika mengetuk pintu kamar nomor 36 sampai tiga kali tidak adanya jawaban dari dalam. Saksi pun berinisiatif membuka pintu kamar dengan kunci serep.
"Begitu pintu kamar dibuka, tercium bau tak sedap. Saksi sempat memanggil korban, tapi tidak ada jawaban" ujar sumber koran ini yang enggan disebutkan namanya.
Saksi lantas menghubungi rekannya, Elkana Yudhistira, 33. Mereka kemudian melakukan pengecekan.
Lampu kamar dinyalakan, terlihat tubuh korban sudah terbujur kaku di tempat tidur. Posisinya terlentang dengan muka tertutup guling.
Saat itu, korban mengenakan celana jins warna biru dan baju hitam. Tubuhnya sudah melepuh warna hitam.
Matanya melotot, dan lidah menjulur keluar. Kejadian itu dilaporkan ke saksi 3, Tommy Noor Ristianto, 31.
Sumber koran ini mengakui, korban sudah dua hari tidak terlihat. Sehari-hari, korban diduga bekerja sebagai wanita bokingan (BO) alias PSK online.
"Infonya seperti itu. Karena saya juga baru di sini. Jadi, belum tahu semua. Dia masuk ke sini mulai 1 Maret 2021 lalu," bebernya.
Informasi koran ini, korban mulai kos 1 Maret 2021 dengan membayar sewa secara online sebesar Rp 2.350.000.
Selanjutnya, perpanjangan pembayaran kos secara tunai kepada penjaga kos Triyono sebesar Rp 2.350.000. Terakhir, korban membayar kos periode 1 Juli-1 Agustus 2021.
"Kos situ bayarnya hampir Rp 2,5 juta per bulan. Yang kos banyak. Mbaknya yang meninggal itu sering beli makan di sini.
Punggung kanan kiri ada tato. Sudah tiga hari kok tidak terlihat datang ke sini. Tahu-tahu dikabari meninggal. Saya tahu setelah ditunjukkin fotonya tadi," kata pedagang penyet Lamongan tak jauh dari lokasi kejadian. (mha/aro)
Editor : Agus AP