RADARSEMARANG.ID, Semarang - Momentum libur sekolah membawa angin segar bagi industri perhotelan di Kota Semarang.
Tingkat hunian kamar atau okupansi hotel meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menariknya lokasi hotel yang berada di pusat kota menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan.
Salah seorang wisatawan, Rahayu, asal Tegal, mengaku rutin berkunjung ke Semarang saat libur sekolah. Ia selalu memilih hotel yang berada di kawasan pusat kota karena aksesnya lebih mudah.
Menurutnya, menginap di pusat kota memudahkan perjalanan menuju pusat perbelanjaan maupun objek wisata. Beberapa destinasi yang kerap dikunjungi antara lain Lawang Sewu, Museum Mandala Bhakti, hingga kawasan Kota Lama.
Baca Juga: Video Motor Antre BBM di SPBU Viral, Stiker Pajak di Sepakbor Jadi Sorotan Warganet
"Sukanya memang pilih hotel yang di pusat kota ya. Aksesnya mudah, lebih dekat kalau mau belanja atau wisata. Bisa ke Lawang Sewu atau Kota Lama juga," ungkapnya.
Sementara Director Sales and Marketing Rooms Inc Hotel Semarang Theresia Pramengnugraheni mengatakan, okupansi hotel selama libur sekolah tahun ini mencapai 88 persen.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan libur sekolah tahun lalu yang berada di kisaran 80 persen.
"Liburan sekolah itu okupansi 88 persen. Kalau untuk hari biasa setelah liburan biasanya kita di angka 78 persen," ujar Theresia, Jumat (10/7).
Menurutnya, peningkatan okupansi tidak lepas dari durasi libur sekolah yang lebih panjang. Kondisi tersebut mendorong lebih banyak wisatawan datang ke Semarang untuk berlibur bersama keluarga.
"Perbedaan dari tahun lalu untuk liburan sekolah kita malah lebih bagus di tahun ini, karena cukup panjang liburan sekolah kita yang kali ini juga di pertengahan," katanya.
Theresia menjelaskan, wisatawan cenderung memilih hotel yang berada di pusat kota. Selain memudahkan mobilitas, lokasinya juga berdekatan dengan pusat perbelanjaan dan sejumlah destinasi wisata. (kap)
Editor : Baskoro Septiadi