7 Tips Budidaya Ikan Betok / Papuyu Agar Cepat Besar & Anti Penyakit

Tasropi • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:27 WIB
Ikan Betik, Betok atau Ikan Papuyu.
Ikan Betik, Betok atau Ikan Papuyu.

 

RADARSEMARANG.ID,  Ikan betok kembali jadi perbincangan. Ikan air tawar ini penting bagi ekosistem dan punya segudang manfaat kesehatan.

Namun ancaman spesies invasif seperti nila dan mas, serta eceng gondok, membuat populasinya di perairan Indonesia dari Jawa sampai Papua semakin tertekan.

Baca Juga: Menengok Klaster Usaha Binaan BRI, Manfaatkan Hama Eceng Gondok Jadi Anyaman Bernilai Tinggi

Fakta Budidaya Ikan Betok

1. Profil Ikan Betok / Papuyu

1.  Nama Ilmiah: Anabas testudineus
2.  Nama Daerah: Ikan Betok, Betik, Papuyu, Tambakan
3.  Ciri Fisik: Tubuh torpedo/fusiform, warna kehijauan, ada bintik gelap di penutup insang, duri tajam di sirip
4.  Ukuran Panen: 6 – 25 cm

5.  Perilaku: 
-Demersal - hidup di dasar.
-Potamodrom - bisa bermigrasi di air tawar.
-Punya organ labirin jadi bisa bertahan di air minim oksigen

6.  Penyebaran: Hampir seluruh Indonesia: Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua

Baca Juga: Warga Geruduk Tempat Sabung. Ayam, Tiba-tiba Berubah Fungsi Jadi Kolam Lele

Baca Juga: Unimus Jadi Lokasi Muktamar XVI Tapak Suci, Evaluasi Organisasi dan Tentukan Arah Pengembangan

2. Syarat Air & Lokasi Kolam Ideal

Persiapan Kolam :

1.  Suhu Air Optimal: `22°C – 30°C`
2.  pH Air Ideal: `6,5 – 7,5` 
3.  Habitat Alami:
Rawa, sungai tenang, perairan banyak vegetasi air
4.  Keunggulan:
Ikan Betok tahan banting.
Bisa hidup di air payau, keruh, dan minim oksigen karena punya alat pernapasan tambahan

 

3. Hama & Penyakit yang Wajib Diwaspadai

4. Nilai Jual & Keunggulan Ekonomi

Baca Juga: Tips Merakit Motor Jadi Mini Jeep ala Hobiist: Proyek Akhir Pekan yang Seru dan Mengasah Kreativitas

7 Tips Budidaya Ikan Betok / Papuyu Anti Gagal

Gabungkan data di atas jadi langkah praktis:

1. Siapkan Kolam Rawa atau Kolam Tanah

Betok paling suka kolam yang ada lumpurnya dan banyak tanaman air.

Kedalaman 50-80cm cukup. Pastikan ada pelindung biar ikan tidak "lompat" keluar karena sifatnya bisa berjalan di darat.

Baca Juga: 7 Ikan Endemik Langka di Indonesia: Dari Ikan Purba Raja Laut sampai Ikan Bilih Singkarak

2. Jaga Kualitas Air: Suhu 22-30°C & pH 6,5-7,5

Rutin cek suhu dan pH. Ganti air 20% tiap 2 minggu. Hindari eceng gondok berlebihan karena bikin oksigen drop.

3. Pilih Bibit Unggul Ukuran 5-7cm

Pilih bibit sehat, aktif berenang, tidak cacat. Tebar dengan kepadatan 20-30 ekor/m2 untuk kolam pembesaran.

4. Pakan Alami + Pelet Protein Tinggi

 Di alam betok makan plankton, cacing, serangga. Di kolam bisa dikasih pelet 30-35% protein 2x sehari. Tambah pakan alami seperti kutu air biar cepat besar.

Baca Juga: Kapolres Salatiga Ikuti Gropyokan Tikus di Tingkir, Minimalkan Hama Padi

5. Cegah Hama Ikan Nila & Ikan Mas

Jangan campur dengan ikan invasif. Buat saringan di pintu air agar ikan liar tidak masuk. Ini sesuai ancaman di artikel.

6. Antisipasi Penyakit Aeromonas, Argulus & Saprolegnia

Kunci: jangan telat ganti air. Jika ada ikan lemas + ada bintik putih, segera karantina dan beri obat sesuai dosis.

Tabur garam ikan 2ppt bisa mencegah jamur.

7. Masa Panen 4-5 Bulan

Ikan betok bisa dipanen saat ukuran 10-15cm untuk konsumsi.

Jika mau ukuran 20-25cm butuh waktu 6 bulan. 

Panen bertahap pakai jaring agar tidak merusak dasar kolam.

Ikan betok adalah harta karun lokal yang sering disepelekan. Harganya murah, gampang didapat, tapi nutrisinya setara ikan mahal.

Dengan menjaga habitatnya dari ancaman spesies invasif dan pencemaran, (tas)

Editor : Tasropi
ikan betok budidaya ikan betok pakan ikan betok penyakit ikan betok Anabas testudineus