RADARSEMARANG.ID, Indonesia dijuluki "surga keanekaragaman hayati" dan itu juga berlaku di bawah air.
Dari 400 juta tahun lalu sampai sekarang, ada ikan-ikan yang hanya bisa kamu temukan di Indonesia.
Sayangnya, 7 ikan endemik langka di Indonesia ini kini terancam punah karena penangkapan liar, pencemaran, dan rusaknya habitat.
Baca Juga: Perlu Upaya Penyelamatan, Kenali 4 Tanaman Endemik yang Terancam Punah di Indonesia
Yuk kenali satu-satu, biar kita sama-sama jaga.
Daftar 7 Ikan Endemik Langka di Indonesia
1. Ikan Raja Laut / Coelacanth (Latimeria menadoensis) , Si "Fosil Hidup" dari Sulawesi
- Asal Daerah: Perairan dalam Manado, Sulawesi Utara
- Ciri Khas: Disebut "ikan purba hidup".
Usianya lebih dari 400 juta tahun dan punya sirip lobus seperti kaki. Dulu dikira sudah punah bareng dinosaurus. - Status: Sangat langka.
Penemuan di Manado tahun 1997 bikin ilmuwan dunia heboh.
Dilindungi karena populasinya sedikit dan hidup di laut dalam.
Baca Juga: 5 Hal yang Wajib Dilakukan Untuk Memelihara Ikan Arwana
2. Arwana Super Merah (Scleropages formosus), Si "Naga Air" dari Kalimantan
- Asal Daerah: Sungai Kapuas & Danau Empangau, Kalimantan Barat
- Ciri Khas:
Sisiknya merah menyala seperti emas. Karena itu dijuluki "ikan naga" dan harganya bisa ratusan juta. - Status:
Terancam punah. Diburu liar untuk pasar ikan hias internasional. Sekarang penangkapan & perdagangannya diatur ketat.
3. Wader Goa (Barbodes microps), Si Ikan Buta Penghuni Gua Jawa
- Asal Daerah: Kawasan karst & gua bawah tanah di Jawa
- Ciri Khas:
Ikan kecil yang hidup di gelap total. Karena itu matanya mengalami *degenerasi dan buta*. Tubuhnya pucat transparan. - Status: Langka.
Sangat sensitif. Kalau habitat guanya rusak atau tercemar, populasinya langsung habis.
4. Ikan Gobi Poso (Mugilogobius sarasinorum), Ikan Kecil Khas Danau Poso
- Asal Daerah: Danau Poso, Sulawesi Tengah
- Ciri Khas:
Ikan gobi berukuran kecil, hanya beberapa cm. Endemik 100% di Danau Poso dan tidak ditemukan di tempat lain. - Status: Terdesak.
Populasinya menurun karena pendangkalan danau dan masuknya spesies ikan asing.
Baca Juga: Pembesuk Coba Selundupkan Dua Bungkus Sabu Ke Dalam Rutan Temanggung, Begini Modusnya
5. Ikan Belida Jawa (Chitala lopis), Si Punggung Bungkuk Sungai Besar
- Asal Daerah*: Sungai-sungai besar di Jawa dan Sumatra
- Ciri Khas:
Bentuk tubuhnya unik, pipih dan punggungnya membungkuk seperti pisau.
Dagingnya enak tapi bertulang banyak. - Status: Dilindungi penuh.
Kini nyaris punah di alam karena overfishing dan pencemaran sungai.
6. Ikan Temel Layar Kaca (Gymnocanda verae), Ikan Hias Transparan dari Belitung
- Asal Daerah: Pulau Belitung
- Ciri Khas:
Tubuhnya bening transparan seperti kaca.
Sirip "layarnya" indah.
Jadi buruan kolektor akuarium. - Status: Langka.
Sangat sensitif terhadap pencemaran.
Kualitas air sedikit kotor saja bisa langsung mati.
Baca Juga: Pernah Jadi Kuburan Ribuan Ikan, Sungai Serang Kini Dihidupkan Lagi oleh Para Remaja
7. Ikan Bilih (Mystacoleucus padangensis), Komoditas Mahal Danau Singkarak
- Asal Daerah: Danau Singkarak, Sumatra Barat
- Ciri Khas:
Ikan air tawar kecil seukuran jari.
Rasanya gurih dan jadi ikon kuliner Minang.
Ditangkap tradisional oleh warga sekitar danau. - Status: Langka & bernilai ekonomi tinggi.
Populasinya turun karena penangkapan berlebihan dan perubahan ekosistem danau.
Kenapa Ikan-ikan Ini Harus Dilindungi?
1. Endemik: Hanya ada di Indonesia. Kalau punah di sini, berarti punah di dunia.
2. Indikator Kesehatan Lingkungan: Keberadaan mereka menandakan air dan ekosistem masih bersih.
3. Nilai Ekonomi & Budaya: Seperti Arwana dan Bilih yang jadi sumber pendapatan masyarakat.
Upaya konservasi sudah dilakukan lewat penetapan status dilindungi, penangkaran, dan edukasi ke masyarakat.
Baca Juga: Fakta Landak Jawa, Satwa Liar yang Dilindungi Undang-undang Karena Banyak Diburu dan Alasannya
Harta Karun Tak Tergantikan
Dari 'ikan purba Raja Laut' sampai 'ikan kecil Bilih', semuanya adalah harta karun Indonesia yang tidak bisa tergantikan.
Menjaga mereka = menjaga air, sungai, danau, dan laut kita tetap lestari.(tas)
Editor : Tasropi