Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Cerita Supriyatun Penjual Nasi di Pasar Mangkang Semarang Nabung 14 Tahun untuk Naik Haji

Adennyar Wicaksono • Rabu, 8 April 2026 | 18:44 WIB
Supriyatun, pedagang nasi di Pasar Mangkang, bersiap berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG 
Supriyatun, pedagang nasi di Pasar Mangkang, bersiap berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dirumah sederhananya, Supriyatun nampak sibuk membaca dan mempelajari buku panduan ibadah haji.

Wanita 63 tahun ini, rencananya akan berangkat ke Tanah Suci dengan suaminya Sutarno, pada 29 April mendatang.

Warga Mangkang Wetan RT 1 RW 1, Krajan, Kelurahan Mangkang Wetan ini mengaku telah mendaftar sejak tahun 2012 lalu.

Bersama suaminya, mereka menabung sedikit demi sedikit, dari uang pensiun dan hasil jualan nasi di Pasar Mangkang.

Baca Juga: Kota Semarang Siap Gelar Dialog Nasional Praktik Makan Bergizi Gratis

"Kesehariannya jualan di Pasar Mangkang, jualan nasi dan berbagai macam lauk, seperti Soto, nasi rames, gorengan dan lainnya," kata Supriyatun saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang.

Dia menerangkan, harta satu bungkus nasi rames dijual Rp 5 ribu, sementara soto Rp 6 ribu.

Dia mengaku sudah 40 tahun berjualan sebagai pedagang nasi bungkus di Pasar Mangkang, meneruskan usaha dari orang tuanya dulu.

"Saya sudah berjualan nasi selama 40 tahun. Dulu awalnya bantu orang tua, akhirnya saya teruskan," ujarnya.

Dia menerangkan, setiap hari berjualan di Pasar Mangkang dari pukul 05.30 sampai 11.00 WIB.

Dari penghasilan tersebut, ia selalu menyisihkan sebagian untuk ditabung lewat bank keliling, terkadang Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu, tergantung besaran omset dari jualannya.

Tabungan haji, selain dari berjualan juga ditambah dari uang pensiun Sutarno suaminya, yang dulunya bekerja di Dinas Pasar, atau sekarang Dinas Perdagangan. Setelah purna tugas, suaminya masih produktif dengan bertani dan berternak.

"Setiap hari saya selalu menitipkan uang ke bank keliling untuk tabungan haji, kadang Rp10.000, kadang Rp20.000. Kalau ada kebutuhan mendesak, saya ambil sebagian dulu," kenangnya.

Baca Juga: Viral Motor Listrik MBG untuk Operasional Kepala SPPG, Berapa Anggaran yang Harus Dikeluarkan?

Terkait kesiapan ke Tanah Suci, beberapa bulan terakhir Supriyatun bersama Sutarno terus menjaga menjaga kebugaran fisik. Setiap pagi, mereka rutin berjalan kaki di sekitar lingkungan rumah.

Rencananya sesuai jadwal suami-istri ini akan berangkat ke tanah suci pada 29 April 2026 bersama kloter 27.

Awalnya mereka sempat direncanakan berangkat pada 2023, namun tertunda akibat pandemi Covid-19.

"Sudah setengah tahun saya sering mengikuti manasik haji setiap minggu di Islamic Center Semarang. Kondisi saya dan suami juga dinyatakan sehat oleh puskesmas," paparnya. 

Selain kesiapan fisik, beberapa makanan favorit Supriyatun akan dibawa ke tanah suci.

Upaya tersebut sebagai pengingat hangatnya rumah dan keluarga selama menjalani ibadah haji di Mekkah. 

"Ada serondeng, sambal pecel, abon kering tempe, kering teri. Saya bakal bawa dari rumah, jaga-jaga kalau di sana tidak cocok," ucapnya sambil tertawa.

Dia mengaku, semakin dekat dengan waktu keberangkatan, jantungnya berdetak kencang. Haru dan bahagia bercampur aduk di pikirannya, untuk menunaikan rukun Islam yang kelima akan segera terwujud. 

"Haru dan seneng mas, tapi kata yang sudah niatnya ibadah, berangkat biar disana ngga ada kendala," sambung dia.

Setibanya nanti di Tanah Suci, keinginan dan harapan Supriyatun sederhana, yakni menunaikan ibadah dengan khusyuk dan mendoakan keluarga, tetangga serta orang-orang terdekat, agar kelak bisa menyusul dan diberi kesempatan berangkat haji.

Baca Juga: Harga Emas Antam Melonjak Tajam Hari Ini Tembus Rp2,9 Juta per Gram, Saatnya Beli atau Justru Jual?

"Disana saya akan mendoakan semua, anak, cucu, kerabat dan tetangga diberikan kesehatan dan rejeki yang lancar agar bisa haji juga," pungkas dia.

Sementara itu, Kantor Kementerian Haji (Kemehaj) Kota Semarang mencatat sebanyak 1.747 calon jemaah siap diberangkatkan ke Tanah Suci, dengan proses administrasi dan manasik yang telah mencapai 99,9 persen.

Kepala Kemenhaj Kota Semarang, Mawardi, mengatakan seluruh tahapan utama mulai dari administrasi hingga pembekalan telah dilalui.

Saat ini, pihaknya tinggal menunggu finalisasi distribusi koper jamaah serta koordinasi lanjutan dengan Pemerintah Kota Semarang, terutama terkait pemulangan.

"Secara umum sudah siap, tinggal distribusi koper yang masih kami tunggu. Insyaallah dalam waktu dekat sudah jelas,"ujarnya.

Dia menerangkan, dari total 1.747 jemaah, mereka terbagi dalam enam kelompok terbang (kloter), terdiri dari empat kloter utuh dan dua kloter gabungan dengan daerah lain. Keberangkatan dijadwalkan mulai 28 hingga 30 April 2026 secara bertahap.

"Rinciannya, kloter 24 berangkat pada 28 April, disusul kloter 25 dan 26 pada 29 April, serta kloter 27, 28, dan 29 pada 30 April," bebernya.

Dia menerangkan, tahun ini ada fenomena haji termuda yakni berusia 15 tahun 7 bulan,yang berangkat melalui mekanisme pelimpahan porsi dari orang tuanya yang telah meninggal dunia. Sementara itu, jemaah tertua berusia 86 tahun 10 bulan.

Mawardi memastikan seluruh jemaah yang masuk daftar tahun ini dalam kondisi siap diberangkatkan, dengan catatan kesehatan tetap terjaga hingga hari keberangkatan.

"Harapannya semua bisa berangkat. Kuncinya tinggal menjaga kondisi fisik dan kesiapan akhir," pungkasnya. (den)

Editor : Baskoro Septiadi
#penjual nasi #Pasar Mangkang #semarang #Haji