RADARSEMARANG.ID — Kementerian Haji dan Umrah RI meminta warga Indonesia untuk menunda rencana perjalanan ke Tanah Suci untuk umrah dalam waktu dekat.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan bahwa pesan ini dikeluarkan sebagai langkah berhati-hati pemerintah untuk memastikan keamanan warga negara.
"Mengingat situasi di Timur Tengah yang tidak stabil dan semakin memburuk, kami mengajukan permintaan kepada jemaah umrah yang berencana berangkat segera untuk menunda perjalanan mereka," ujar Wakil Menteri Haji di Jakarta, Minggu (1/3/2026).
Baca Juga: Perpres Nomor 92 Tahun 2025: Perubahan Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah
Diperkirakan ada jutaan jamaah umrah di Arab Saudi yang merasa tidak yakin bisa pulang ke negara masing-masing karena beberapa negara di Timur Tengah mengunci ruang udara mereka sebagai dampak dari serangan Amerika Israel terhadap Iran.
Kondisi tersebut menyebabkan lebih dari 20 maskapai menunda atau membatalkan penerbangan ke dan dari wilayah Timur Tengah.
Berdasarkan data dari Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), hingga saat ini terdapat 58.873 jemaah umrah asal Indonesia yang masih berada di Arab Saudi.
Baca Juga: Sosok Gus Irfan yang Menjadi Menteri Haji dan Umrah, Ternyata Cucu Pendiri Nahdlatul Ulama NU
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI, Puji Raharjo, mengatakan bahwa pemerintah terus memantau dengan saksama kondisi situasi di wilayah tersebut.
Sementara itu, beberapa jamaah dari Malaysia yang seharusnya pulang dengan pesawat Malaysian Airlines terpaksa membeli tiket pesawat baru agar bisa kembali karena penerbangan pengganti mengalami perubahan jadwal.
Salah satu penumpang, Mohd Nasarudin Kassim, berusia 57 tahun, mengatakan penerbangan MH159 yang semula dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional Pangeran Mohammad Bin Abdulaziz pukul 21.30 besok (waktu setempat) telah dibatalkan dan diubah jadwalnya menjadi hari Rabu.
"Ia mengatakan bahwa dia membeli tiket penerbangan Saudi Airlines sendiri untuk segera pulang, dan beberapa orang lain juga mengambil langkah yang sama," dilansir dari Malay Mail, Senin (2/3/2026).
Sementara itu, atlet kriket Muslim dari Bangladesh, Mushfiqur Rahim, terjebak di Jeddah setelah serangan militer AS terhadap Iran menyebabkan gangguan besar pada layanan penerbangan di seluruh wilayah Teluk.
Rahim sedang dalam perjalanan kembali ke Bangladesh setelah selesai beribadah umrah, namun ketegangan di Timur Tengah semakin memburuk, sehingga beberapa negara memutuskan untuk menutup wilayah udara mereka. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi