RADARSEMARANG.ID — Embarkasi haji adalah titik pemberangkatan resmi jemaah haji dari suatu wilayah di Indonesia menuju Tanah Suci, yang ditentukan pemerintah sebagai bandara atau pelabuhan dengan asrama haji, yang berfungsi untuk koordinasi, pemeriksaan dokumen, kesehatan, bimbingan, dan pemberangkatan dalam kelompok terbang (kloter).
Embarkasi merupakan proses awal keberangkatan, yang merupakan bagian dari proses keberangkatan yang melibatkan beberapa aspek.
Fungsi Embarkasi:
• Pusat Koordinasi: Mengumpulkan dan mengintegrasikan berbagai instansi seperti Kemenag, Imigrasi, Bea Cukai, dan Maskapai untuk memastikan kelancaran operasional haji.
• Pelayanan Jemaah: Melaksanakan registrasi akhir, pemeriksaan kesehatan, pembagian gelang identitas, bimbingan manasik terakhir, serta pembagian living cost.
• Penimbangan Bagasi: Memastikan berat bagasi jemaah sesuai dengan standar keamanan penerbangan.
• Pemberangkatan: Titik keberangkatan utama jemaah ke Arab Saudi secara teratur per kloter.
Contoh Embarkasi Bervariasi setiap tahun, berikut beberapa embarkasi utama:
• Jakarta (JKG/CKG)
• Surabaya (SUB)
• Solo (SOC)
• Medan (KNO)
• Makassar (UPG)
• Banjarmasin (BDJ)
• Balikpapan (BPN)
• Aceh (BTJ)
• Padang (PDG)
• Palembang (PLM)
• Batam (BTH)
• Lombok (LOP)
• Kertajati (KJT)
Selain membuka embarkasi baru, Kemenhaj juga melakukan evaluasi terhadap asrama haji yang telah beroperasi di berbagai daerah.
Sejumlah asrama yang dinilai kurang memenuhi standar akan segera diperbaiki agar siap digunakan sebelum masa pemberangkatan jemaah.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga di seluruh embarkasi yang digunakan.
Di luar aspek embarkasi, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa persiapan penyelenggaraan haji 2026 menunjukkan progres signifikan, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi.
Pemerintah telah memastikan dua syarikah yang akan melayani jemaah haji Indonesia, termasuk kesiapan lokasi utama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Untuk layanan pendukung, transportasi dan konsumsi jemaah di Arab Saudi disebut telah mencapai 100 persen.
Sementara itu, akomodasi di Madinah telah terealisasi sekitar 93 persen, sedangkan akomodasi di Makkah masih dalam tahap finalisasi.
Dari sisi pembiayaan, proses pelunasan biaya haji juga mencatat capaian tinggi.
Hingga penutupan sementara, tingkat pelunasan jemaah haji reguler mencapai 95,42 persen, sedangkan jemaah haji khusus sekitar 96 persen.
Pemerintah menyatakan optimistis seluruh kuota haji 2026 dapat terpenuhi dalam waktu dekat.
Penyelenggaraan ibadah haji 2026 akan dilengkapi dengan penambahan titik keberangkatan baru.
Pemerintah menyiapkan dua embarkasi tambahan sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan bagi jemaah haji Indonesia.
Kementerian Haji dan Umrah menetapkan Provinsi Banten dan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai embarkasi baru pada musim haji tahun depan.
Kebijakan ini disebut sejalan dengan arahan Prabowo Subianto yang menjadikan haji sebagai agenda strategis nasional.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan penambahan embarkasi dilakukan untuk memperluas akses layanan sekaligus meningkatkan kenyamanan jemaah.
Untuk embarkasi Yogyakarta, Kemenhaj menerapkan skema berbeda dengan memanfaatkan hotel sebagai asrama haji sementara.
Hotel tersebut akan digunakan untuk seluruh tahapan persiapan jemaah, baik saat keberangkatan maupun kepulangan.
“Tahun ini ada tambahan dua embarkasi, yaitu embarkasi di Banten untuk Jawa Barat dan embarkasi di Yogyakarta. Jogyakata ini agak istimewa karena kita membuka embarkasi tanpa memiliki asrama haji,” ujar Gus Irfan, Kamis (8/1/2026).
“Ini menjadi percontohan bagaimana embarkasi bisa berjalan tanpa asrama haji,” tutupnya. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi