RADARSEMARANG.ID — Salim alias Limbad, yang lebih dikenal dengan nama panggung Limbad atau Master Limbad (lahir 6 Juli 1972) adalah pesulap, pemeran, sutradara, produser, dan penyeleksi pemeran berkebangsaan Indonesia.
Limbad mengawali kariernya sebagai pesulap pada tahun 1999.
Popularitasnya semakin menanjak semenjak ia dinobatkan sebagai pesulap master dalam acara The Master yang ditayangkan oleh RCTI.
Di setiap penampilannya, Limbad konsisten dengan aliran faqir magic, yakni sebuah aliran yang selalu menampilkan adegan-adegan yang terkesan berbahaya dan memancing ketegangan.
Limbad pernah menikah dengan Susi Indrawati.
Dari hasil pernikahannya dengan Susi, Limbad dikaruniai tiga orang anak.
Mereka pernah menetap di Desa Dukuhwringin, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal.
Namun, setelah menandatangani “kontrak bisu” dengan salah satu stasiun televisi nasional, ia bersama istri dan anak bungsunya berpindah ke Jakarta.
Susi bersama para asisten Limbad sempat menjadi juru bicara yang menyampaikan pemikiran Limbad kepada media cetak dan media elektronik.
Ia selalu membawa burung hantu yang dinamainya Burhan.
Nama itu merupakan kependekan dari kata burung hantu.
Menurut pengakuannya, burung itu ditemukannya dalam keadaan hampir mati di sebuah hutan.
Didorong oleh rasa kasihan, ia merawat burung itu hingga sekarang.
Kabar mengejutkan datang dari pesulap kondang Limbad.
Saat menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci, Limbad sempat ditahan oleh Imigrasi Jeddah.
Penyebabnya tak biasa, gigi taring permanen yang ia pasang sejak lama diduga sebagai simbol syaiton.
Limbad diketahui sempat ditahan oleh Imigrasi Jeddah.
Lucunya, penyebab petugas imigrasi menahannya lantaran melihat gigi taring permanen milik limbad.
Petugas tersebut bahkan meneriaki limbad “syaiton”.
Menurut Abdur, karena Limbad dan rombongan tidak bisa berbahasa Arab, pihak Imigrasi Jeddah menghubungi perwakilan dari delegasi Indonesia untuk membantu menjelaskan situasi.
Namun, karena bantuan tak kunjung datang, Limbad akhirnya berinisiatif menjelaskan sendiri.
“Karena nunggunya lama, Bapak Limbad ngomong di Imigrasi, ‘I’m Indonesian artist’. Dia tunjukin video-videonya,” tutur Abdur sambil tertawa.
Setelah melihat beberapa rekaman aksi Limbad sebagai pesulap, barulah pihak Imigrasi Jeddah memahami bahwa gigi taring permanen Limbad hanyalah bagian dari karakter seni panggung, bukan simbol berbahaya seperti yang mereka sangka.
Akhirnya, Limbad dilepas dan diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanan ibadah umrah-nya dengan tenang.
Insiden ini menambah panjang deretan cerita unik dari Limbad, yang dikenal dengan penampilan misterius dan aksi-aksi ekstrem. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi