RADARSEMARANG - Hari Arafah, adalah hari yang agung dalam Islam, waktu di mana doa-doa sangat mustajab, dosa-dosa diampuni, dan pahala dilipat gandakan.
Bagi yang tidak berhaji, puasa di hari ini menghapus dosa setahun lalu dan setahun yang akan datang.
Hari Arafah tahun 1446 H. Jatuh pada hari Kamis, tanggal 5 Juni 2025.
Baca Juga: Panduan Lengkap Puasa Arafah, Bacaan Niat, Doa, dan Dzikir yang Dianjurkan untuk Dibaca
Berikut kumpulan amalan yang bisa diamalkan pada hari Arafah.
Berikut amalan yang bisa kita amalkannya:
1. Perbanyak doa pada hari Arafah, karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah (HR. Tirmidzi no. 3585, hasan).
2. Berpuasa pada hari Arafah bagi yang tidak berhaji, karena keutamaannya dapat menghapus dosa 2 tahun.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang." (HR. Muslim no. 1162).
Sahkah puasa Arafah jika punya utang puasa Ramadan?
Baca Juga: Tips dan Trik Memilih Sapi Kurban yang Dagingnya Banyak Untuk Hari Raya Idul Adha Lebaran Haji
"lya, masih boleh berpuasa Arafah dan puasa sunnah di awal Dzulhijjah meskipun memiliki utang puasa Ramadan. Asalkan yang punya utang puasa tersebut bertekad untuk melunasinya," Pernyataan ini didukung oleh pendapat Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim (8: 23).
3. Bertakbir (Takbir muqayyad yang lafaznya sama dengan takbir hari raya), lafaz berikut bisa diamalkan;
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ والهِ الْحَمْدُ
(Lafaz takbir versi Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu, diriwayatkan dari Ibnu Abi Syaibah 2/168 dengan sanad yang sahih).
Baca Juga: Ini Alasan Kenapa saat Idul Adha Tidak Disunahkan Makan Sebelum Shalat Id
Adapun catatan tentang takbir muqayyad
a. Takbir muqayyad adalah takbir yang dibaca setelah shalat, baik berlaku pada shalat fardu, shalat sunnah, shalat ada'an (pada waktunya), shalat qada, atau shalat jenazah.
b. Didahulukan sebelum dzikir bakda shalat.
c. Waktu membacanya:
Untuk selain yang berhaji, waktunya adalah dari Subuh pada hari Arafah hingga Asar pada hari Tasyrik terakhir, berarti selama lima hari.
Untuk yang berhaji, waktunya adalah dari Zuhur pada hari Iduladha (karena inilah awal shalat di Mina) hingga waktu Subuh pada hari Tasyrik terakhir (karena inilah shalat terakhir di Mina).
Baca Juga: Dedi Mulyadi Ngamuk Ketika Orang Teriak Persikas Pada Saat Acara Santunan Berlangsung
4. Perbanyak kebaikan, karena hari Arafah masih termasuk awal Dzulhijjah.
Kebaikan yang dimaksud di sini bisa dengan memperbanyak sedekah atau amar makruf nahi mungkar.
Baca Juga: Tips dan Trik Memilih Sapi Kurban yang Dagingnya Banyak Untuk Hari Raya Idul Adha Lebaran Haji
5. Membaca bacaan terbaik yang dibaca para nabi pada senja Arafah:
لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ ، وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٍ
Artinya: Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan, segala pujian, dan Allah yang menguasai segala sesuatu. (HR. Tirmidzi no. 3585; Ahmad, 2:210, sahih).
Editor : Baskoro Septiadi