Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Takbiran Idul Adha 1446 H Mulai 5-9 Juni 2025, Ini Lafal Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Falakhudin • Kamis, 5 Juni 2025 | 12:18 WIB

 

Lafal Takbiran Hari Raya Idul Fitri 2025 Arab, Latin dan Artinya, Waktu Membacanya
Lafal Takbiran Hari Raya Idul Fitri 2025 Arab, Latin dan Artinya, Waktu Membacanya

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Sejarah takbiran memiliki makna mendalam bagi umat Islam sebagai bentuk pengagungan kepada Allah Swt.

Takbiran selalu dikumandangkan menjelang Hari Raya Idul fitri dan Idul Adha sebagai tanda kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa atau kurban.

 

Tradisi ini telah ada sejak zaman Rasulullah saw., dan terus berkembang hingga menjadi bagian dari budaya Islam di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Sejarah takbiran bermula pada masa Rasulullah saw setelah disyariatkannya Idul fitri dan Idul Adha pada tahun kedua Hijriyah.

Dikutip dari buku Fiqh al-Sunnah, Sayyid Sabiq, 1997:496, disebutkan bahwa Rasulullah saw mengajarkan umat Islam untuk mengumandangkan takbir pada malam sebelum hari raya sebagai bentuk rasa syukur dan pengagungan kepada Allah Swt.

Berdasarkan buku Kitab al-Umm, Imam Syafi’i, 2003:175, dijelaskan bahwa takbir dilakukan sejak malam hingga sebelum pelaksanaan salat Id.

Baca Juga: Sholat Idul Adha di Hari Jumat 6 Juni 2025, Bolehkah Tidak Jumatan?

 

Umat Islam dianjurkan untuk mengumandangkan takbir di rumah, masjid, maupun di jalanan.

Rasulullah saw bersama para sahabat juga sering mengumandangkan takbir dengan suara lantang untuk menandakan datangnya hari raya.

Tradisi ini kemudian menyebar ke berbagai wilayah Islam dan menjadi bagian dari syiar keislaman yang diwariskan secara turun-temurun.

Sejarah takbiran di Indonesia memiliki keunikan tersendiri yang berbeda dengan negara lain.

Berdasarkan buku Islam dan Tradisi Nusantara, Azyumardi Azra, 2005:212, disebutkan bahwa tradisi takbiran di Nusantara mulai berkembang sejak masuknya Islam pada abad ke-13 melalui para ulama dan saudagar dari Timur Tengah.

 

Pada masa Kesultanan Demak, takbiran dilakukan di masjid-masjid dan alun-alun dengan tabuhan bedug serta lantunan takbir yang menggema di seluruh negeri.

Hingga kini, tradisi ini masih lestari dengan berbagai inovasi seperti takbir keliling menggunakan obor, kendaraan hias, serta gema takbir yang disiarkan melalui media elektronik.

Dijelaskan bahwa tradisi takbiran di Indonesia memiliki unsur budaya yang kuat, seperti penggunaan alat musik tradisional dan pawai takbir yang melibatkan masyarakat luas.

 

 

Sejarah takbiran telah menjadi bagian dari budaya Islam yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Perkembangannya di Indonesia mencerminkan kekayaan budaya Islam yang tetap menjaga nilai-nilai keislaman.

Tradisi ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga wujud syukur dan kebersamaan umat Islam dalam menyambut hari kemenangan.

 

1. Takbiran Idul Adha Pendek

اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ، لا إِلهَ إِلاَّ اللهُ واللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ وَِللهِ الحَمْدُ

Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar laa illaa haillallahuwaallaahuakbar. Allaahu akbar walillaahil hamd

Artinya: “Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah.”

 

2. Takbiran Idul Adha Panjang

اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَر اَللَّهُ اَكْبَرْ ـ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ ـ اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ

اَللَّهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً ـ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَلاَنَعْبُدُ اَلاَّ اِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْـدَهُ وَنَصَرَعَبِدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ . اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar

Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar

Allaahu akbar walillaahil hamd

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar

Baca Juga: Tips dan Trik Memilih Sapi Kurban yang Dagingnya Banyak Untuk Hari Raya Idul Adha Lebaran Haji

 

Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa

wasubhaanallaahi bukrataw wa ashillaa

Laa ilaaha illallallahu walaa na’budu illaa iyyaahu

Mukhlishiina lahuddiin

Walau karihal kaafiruun

Walau karihal munafiqun

Walau karihal musyriku

Laa ilaaha illallaahu wahdah, shadaqa wa’dah, wanashara ‘abdah, wa a’azza jundah, wahazamal ahzaaba wahdah

Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar

Allaahu akbar walillaahil hamm

Artinya:

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

Tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah dan Allah Maha Besar

Baca Juga: 50 Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha yang Dalam dan Cocok Buat Dibagikan

 

Allah Maha Besar dan segala puji hanya bagi Allah

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

Allah Maha Besar dengan segala kebesaran

Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya

Dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore

Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam meskipun orang kafir, munafiq dan musyrik membencinya.

 

 

Tiada Tuhan selain Allah dengan ke Esaan-Nya. Dia menepati janji, menolong hamba dan memuliakan bala tentara-Nya serta melarikan musuh dengan ke Esaan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah.”

Waktu Takbiran Idul Adha

Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai waktu takbiran Idul Adha.

Ada yang berpandangan bertakbir Idul Fitri dikumandangkan dari waktu pergi salat Id hingga khutbah dimulai.

 

 

 

Ada pula terdapat ulama yang berpendapat takbir Idul Adha dimulai sejak 9 Zulhijah terlihat, tepatnya di malam hari raya sampai waktu pagi harinya saat hendak pergi menuju tempat salat Id atau hingga imam berangkat untuk memimpin salat.

Dari Ibnu Abi Dzi’bin dari Az-Zuhri menyebutkan Nabi SAW keluar menuju lapangan pada Idul Fitri. Beliau bertakbir hingga tiba di lapangan dan sampai selesai salat. Setelah selesai salat, beliau menghentikan takbir. (HR Ibnu Abi Syaibah; dinilai sahih oleh Syekh Al-Albani)

Jika seseorang tak salat berjamaah maka takbirnya dianjurkan berlanjut hingga ia memulai takbiratul ihram salat Id.

Namun, apabila ia tidak salat, maka ia boleh bertakbir sendiri hingga waktu tergelincirnya matahari.

 

Hukum Takbiran Idul Adha

Menurut Syekh Said Bin Muhammad Ba Ali Ba Isyan dalam Syarh al-Muqaddimah al-Hadramiyah hukumnya sunnah bagi laki-laki dan wanita melakukan takbiran serta membaca bacaan takbir di malam takbiran.

Salah satunya dalam surat Al Baqarah ayat 185,

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ ت َشْكُرُونَ

Artinya: “Dan hendaklah kamu menggenapkan hitungan (hari Ramadan), dan hendaklah kamu bertakbir mengagungkan Allah) (atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”

Ibnu Abbas RA menafsirkan ayat di atas sebagai berikut:

 

Sebaliknya, takbiran dapat dilakukan setiap waktu dalam keadaan apapun.

Takbiran dapat dilakukan setelah terbenamnya matahari malam Idul Adha hingga saat imam melaksanakan takbiratul ihram dalam salat Idul Adha.

Takbiran Idul Adha 1446 H Mulai 5-9 Juni 2025 yaitu pada saat tanggal 10 Zulhijah hingga hari tasyrik.  (fal)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#salat id #ucapan takbiran idul adha 2025 #takbir idul adha tanggak berapa #takbiran idul adha 2025 #Al Baqarah ayat 185 #takbir idul adha 2025 #Salat Berjamaah #bacaan takbiran idul adha 2025 #Sejarah takbiran #umat islam #Takbir Keliling #takbir idul adha kapan #IDUL ADHA #takbir idul adha mulai kapan #kesultanan demak #takbir idul adha sampai kapan #takbir idul adha berapa kali #malam hari raya #lirik takbiran idul adha 2025 #Takbiran Idul Adha Panjang #teks takbiran idul adha 2025 #takbir idul adha #takbiran idul adha 2025 mulai kapan #hari raya idul fitri #budaya islam #takbiratul ihram #Takbiran Idul Adha Pendek #takbir idul adha berapa hari #lafal takbiran idul adha 2025 #tempat salat Id #Hukum Takbiran Idul Adha #takbir idul adha dimulai kapan #tradisi takbiran #Waktu Takbiran Idul Adha #tradisi takbiran di Indonesia #takbir idul adha berapa hari lagi #Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar laa illaa haillallahuwaallaahuakbar