RADARSEMARANG.ID — Banyak kaum muslimin mengerjakan amalan sunnah ini untuk meraih keutamaannya.
Terlebih, kedua puasa tersebut termasuk ibadah yang dikerjakan sebelum hari raya Idul Adha.
Setelah itu muslim harus menahan diri dari lapar, haus, hawa nafsu dan segala hal yang dapat membatalkan puasa sejak terbit fajar sampai terbenamnya matahari.
Ketika azan Magrib berkumandang, umat Islam diwajibkan berbuka puasa.
Puasa Tarwiyah menjadi salah satu amalan yang bisa dikerjakan menjelang Hari Raya Idul Adha.
Menurut sebuah hadits, pahala puasa Tarwiyah bisa menghapus dosa setahun.
Ada juga yang menyebut diganjar seperti puasa setahun.
Hadits yang menjelaskan keutamaan puasa Tarwiyah ini salah satunya berbunyi, “Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun.”
Ada juga hadits yang berbunyi, “Barang siapa yang berpuasa sepuluh hari Idul Adha, maka setiap harinya dia seperti berpuasa satu bulan; dengan puasa hari Tarwiyah sama dengan puasa setahun; dan dengan puasa Arafah, sama dengan puasa dua tahun.”
Menurut penjelasan dalam Al-Bida’ Al-Hauliyyah karya Abdullah bin Abdul Aziz At-Tuwaijiry terjemahan Munirul Abidin, Ibnu Al-Jauzi menetapkan hadits keutamaan puasa Tarwiyah seperti puasa setahun sebagai hadits maudhu.
Ia memasukannya dalam Al-Maudhu’aat. Sementara Asy-Syaukani dalam Al-Fawaid.
Adapun terkait hadits keutamaan puasa Tarwiyah menghapus dosa setahun, dikatakan derajatnya dha’if (lemah).
Ada juga yang menyebut maudhu’ (palsu) karena ditemukan nama Muhammad bin Saabi Al Kalby, para ahli hadits menganggapnya seorang pendusta.
Ada dua alasan kenapa umat Islam dianjurkan puasa Tarwiyah pada 8 Zulhijah.
Menurut penjelasan dalam Fikih Puasa karya Ali Musthafa Siregar, puasa Tarwiyah disunnahkan sebagai kehati-hatian untuk hari Arafah.
Jika ada kesalahan penentuan awal Zulhijah, bisa jadi itu sudah masuk hari Arafah.
Alasan kedua, puasa Tarwiyah masuk amalan sunnah pada sepuluh hari pertama Zulhijah. Allah SWT menyukai amalan yang dilakukan pada hari-hari ini.
Pemerintah Indonesia menetapkan 1 Zulhijah 1446 H jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025.
Dengan demikian, 8 Zulhijah 1446 H atau puasa Tarwiyah jatuh pada Rabu, 4 Juni 2025.
عَنْ حَفْصَةَ قَالَتْ : أَرْبَعٌ لَمْ يَكُنْ يَدَعُهُنَّ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ : صِيَامُ عَاشُورَاءَ وَالْعَشْرِ وَثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَالرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْغَدَاةِ
Dari Hafshah RA berkata: “Empat hal yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW: (1) Puasa hari Asyura, (2) puasa 1-8 Zulhijah, (3) tiga hari tiap bulan, dan (4) dua rakaat sebelum fajar.” (HR Ahmad, Abu Daud, dan Nasai)
Untuk memudahkan Anda mendapatkan informasi terkini, unduh aplikasi radarsemarang.id yang sudah tersedia di Play Store dan App Store.
Dapatkan update berita terbaru! cukup klik link berikut ini:
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.promedia.radarsemarang
App Store : https://apps.apple.com/app/radar-semarang/id6745203885
Segera unduh dan nikmati kemudahan dalam mengikuti berbagai informasi menarik!
Editor : Baskoro Septiadi