Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Tak Bisa Puasa Karena Menstruasi Jelang Idul Adha? Berikut Amalan Pengganti yang Tetap Berpahala Besar

Cheyla Devya Arnellita Dewi • Senin, 2 Juni 2025 | 21:11 WIB
Amalan Perempuan Menstruasi Pengganti Puasa Idul Adha
Amalan Perempuan Menstruasi Pengganti Puasa Idul Adha

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, ternasuk puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah.

Namun sebagian Muslimah yang sedang mengalami menstruasi, mungkin merasa sedih sebab tidak bisa ikut berpuasa di hari-hari mulia tersebut.

Meski begitu, ulama menegaskan bahwa wanita haid tetap bisa memperoleh pahala besar.

Tidak bisa berpuasa bukan berarti kehilangan kesempatan meraih keutamaan Dzulhijjah.

Dalam Islam, wanita yang sedang menstruasi dilarang melakukan solat dan puasa.

Larangan ini bukan bentuk pengurangan ibadah, tetapi merupakan rahmat dan keringanan dari Allah.

Setelah masa haid selesai, mereka bisa mengganti puasa wajib yang tertinggal.

Sementara amalan sunnah bisa diganti dengan bentuk ibadah lain.

"Allah tidak menutup pintu pahala bagi Muslimah haid. Justru ada banyak cara lain untuk meraih keutamaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah, termasuk di hari Arafah," ungkap Ustazah Halimah Alaydrus.

Berikut beberapa amalan pengganti puasa yang bisa dilakukan wanita haid menjelang Idul Adha:

1. Memperbanyak Dzikir dan Doa

Wanita haid tetap boleh berzikir, berdoa, dan bersalawat. Ini adalah amalan ringan. Namun, sangat dianjurkan terutama pada hari Arafah, yang disebut sebagau hari terbaik untuk berdoa.

Nabi SAW bersabda, "Sebaik-baiknya doa adalah doa pada hari Arafah." (HR. Tirmidzi)

2. Mendengarkan atau Membaca Tafsir Al-Qur'an

Meski tidak boleh menyentuh mushaf atau membaca Al-Qur'an secara lisan menurut sebagian ulama, wanita haid boleh mendengarkan lantunan Al-Qur'an dan membaca tafsirnua untuk menambah pemahaman agama.

3. Bersedekah

Bersedekah pada hari-hari mulia seperti Dzulhijjah sangat dianjurkan.

Wanita haid bisa bersedekah uang, makanan, atau tenaga, dan pahalanya berlipat ganda.

4. Berbakti kepada Orang Tua dan Keluarga

Melayani keluarga dengan niat ibadah juga termasuk amalan yang berpahala, terutama menjelang Idul Adha yang identik dengan kebersamaan dan kepedulian.

5. Mendengarkan Kajian atau Ceramah

Memanfaatkan waktu luang dengan mendengarkan ceramah atau mengikuti pengajian daring dapat meningkatkan ilmu dan semangat ibadah, meski sedang tidak berpuasa.

6. Membantu Persiapan Kurban

Bagi yang mampu, wanita haid juga bisa ikut berkurban.

Meski tidak menyembelih langsung, ikut dalam prosesnya adalah bentuk ibadah sosial yang sangat bernilai.

Islam tidak memandang haid sebagai sesuatu yang kotor atau penghalang kebaikan.

Justru, ini adalah fase alami yang diberi kemudahan oleh Allah, tetap menjadi ladang pahala jika disikapi dengan niat ikhlas dan amal alternatif.

"Pahala itu tergantung niat. Ketika seorang Muslimah tidak bisa berpuasa karena haid, namun tetap rindu ingin beribadah, niat itu sudah dicatat sebagai pahala," ujar KH. Ahmad Bahauddin Nursalim.

Editor : Baskoro Septiadi
#Puasa Arafah dan Tarwiyah #IDUL ADHA #Puasa Dzulhijjah 2025 #Puasa Arafah 9 Dzulhijjah #Amalan Bulan Dzulhijjah #dzikir #menstruasi #Idul Adha 1 Dzulhijjah 1445 Hijriah #amalan idul adha #Puasa Arafah 2025