RADARSEMARANG.ID — Anggota Tim Rukyatul Hilal Kementerian Agama (Kemenag), Cecep Nurwendaya, memaparkan hasil pemantauan hilal untuk menentukan tanggal 1 Zulhijah 1446 Hijriah (H).
Dia mengatakan 1 Zulhijah 1446 H jatuh pada Rabu (28/5).
Hal itu disampaikan Cecep dalam Seminar Nasional Sidang Isbat Penentuan Awal Zulhijah di auditorium HM Rasjidi, kantor Kemenag.
Ia mengatakan di NKRI ada yang memenuhi kriteria MABIMS atau penentuan awal bulan Hijriah yang digunakan di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.
“Posisi hilal di wilayah NKRI ada yang telah memenuhi kriteria tinggi hilal minimum 3° dan elongasi minimum 6,4°,” katanya.
Ia menyebut penentuan awal bulan Zulhijah menggunakan metode rukyat dan hisab.
Hisab sifatnya informatif dan kedudukan rukyat sebagai konfirmasi dari hisab.
“Tinggi hilal di seluruh wilayah NKRI antara: 0,74 derajat di Jayapura dan elongasi antara sampai 3,2 derajat di Banda Aceh, Sabang lebih sedikit dan elongasi sampai 5,84 derajat sampai 7,10 derajat,” ujarnya.
“Di sebagian wilayah Provinsi Aceh, termasuk Sabang, Observarium Tengku Chiek, Kuta Karang Lhoknga, Banda Aceh, dan Lhokseumawe telah memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS.,” imbuh anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag ini.
Pemantauan hilal dilakukan di 114 titik lokasi di seluruh Indonesia.
Sidang isbat digelar dalam tiga tahap, tahap pertama berupa pemaparan posisi hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kemenag.
Tahap kedua adalah sidang penetapan yang digelar secara tertutup bersama para tokoh ormas Islam dan instansi terkait.
Tahap terakhir adalah konferensi pers hasil sidang.
Dengan ditetapkannya awal Zulhijah ini, Hari Raya Idul Adha 1446 H jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025.
“Tanggal 1 Zulhijah jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025, sehingga 10 Zulhijah atau Idul adha bertepatan dengan hari Jumat, 6 Juni 2025,” ujar Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.
Menag menyatakan bahwa hilal terlihat di Aceh oleh petugas bernama Nabil.
Petugas tersebut telah disumpah oleh pihak berwenang terkait pemantauan Hilal.
“Semoga keputusan ini memungkinkan seluruh Umat Islam di Indonesia merayakan Idul adha secara bersama-sama,” kata Nasarudin.
Menag berharap seluruh umat Islam di Indonesia bisa merayakan Idul adha bersama-sama.
Namun jika di kemudian hari muncul perbedaan, ia meminta untuk menyelesaikannya secara bersama-sama pula.
“Kami mengimbau nanti mari kita melaksakan salat Idul adha pada hari Jumat, tanggal 6 Juni 2025,” ujarnya. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi