Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Jemaah Haji Wafat di Atas Rooftop Berwasiat agar Mencarinya Mengikuti Arah Matahari

Ida Nor Layla • Rabu, 5 Juli 2023 | 23:05 WIB
PULANG KE TANAH AIR : Jemaah haji Indonesia secara bergelombang pulang ke tanah air melalui maskapai penerbangan Saudia Airlines Selasa kemarin 5 Juli 2023.
PULANG KE TANAH AIR : Jemaah haji Indonesia secara bergelombang pulang ke tanah air melalui maskapai penerbangan Saudia Airlines Selasa kemarin 5 Juli 2023.

RADARSEMARANG.ID, JEDDAH-Carilah dengan mengikuti arah matahari. Itulah pesan terakhir Jemaah haji Indonesia asal Tangerang, almarhum Nenek S binti S yang ditemukan wafat di rooftop hotel jemaah haji Mesir, Hotel Zahir Abdul Hamid Ghofur Khiyat pada Minggu 2 Juli 2023.

Meski usianya lanjut, 73 tahun, nenek S terbilang cukup gesit dan sehat. Bahkan menurut penuturan dokter kelompok terbang (kloter) JKG 03 dari embarkasi Jakarta Pondok Gede, Dokter Riska, Nenek S tidak memiliki riwayat penyakit berat.

Sejak dari Tanah Air sebelum berangkat ke Tanah Suci, kondisinya sehat walafiat.

Karena kondisi kesehatannya yang bagus, Nenek S pun sering berpergian kemana-mana sendiri dan terlepas dari rombongan.

"Udah sering hilang, di Madinah hilang," ungkap dr Riska yang Selasa kemarin 5 Juli 2023 dijadwalkan pulang ke tanah air bersama 392 orang, karena wafat di Makkah satu.

Total selama melaksanakan ibadah haji tahun 2023 ini, Nenek S sudah empat kali hilang. Dua kali di Madinah, sekali di Mina, dan sekali di Masjidil Haram.

Karena hilang, beberapa kali ketua rombongan harus berjibaku mencarinya. Bahkan sampai meminta bantuan, namun Nenek S kerap tiba-tiba sudah sampai di hotel tempatnya menginap.

Suatu hari seorang teman jemaahnya mengingatkan kepada Nenek S, agar tidak berpergian sendiri supaya tidak hilang.

Namun almarhumah saat itu menjawab, "Kalau saya hilang cari saya dengan mengikuti arah matahari," pesannya kepada teman sesama jemaah, seperti dikisahkan perawat Erna.

Menjelang puncak haji, rombongan jemaah kloter JKG 03 paling awal bergerak ke Makkah, termasuk rombongan jemaah Nenek S.

Nenek S pun bisa menunaikan puncak haji dan kemudian menginap di Mina untuk melempar jumrah.

Pada 1 Juli 2023, Nenek S kembali menghilang. Saat itu terpisah dari rombongannya di Masjidil Haram. Ketua rombongan dan teman sesama jemaah pun berjibaku mencarinya. Namun hingga sehari lamanya tak ditemukan.

Pada 2 Juli 2023, ketua rombongannya mendapat informasi Nenek S ditemukan di rooftop hotel jemaah haji Mesir, Hotel Zahir Abdul Hamid Ghofur Khiyat, dalam kondisi sudah wafat.

"Benar seperti pesannya, almarhumah ditemukan dengan mengikuti arah matahari, meninggal di rooftop hotel jemaah haji Mesir," ujar Riska dan Erna.

Nenek S pun dibawa ke Rumah Sakit King Abdul Azis, Makkah. Berdasarkan diagnosis, almarhumah wafat karena heatsrtoke. 

Heatstroke adalah kondisi tubuh tidak dapat mengontrol suhu tubuhnya.

Kondisi ini terjadi karena paparan panas dengan suhu tinggi secara langsung, sehingga menyebabkan kenaikan suhu inti tubuh hingga lebih dari 40 derajat celsius.

Bila tidak segera ditangani, dapat merusak organ seperti otak, jantung, dan ginjal.

Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah yang menjadi pelaksana pos kesehatan (Poskes) utama di Mina, Tri Atmaja sebelumnya mengatakan, ada titik rawan heatstroke, yakni di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina), sehingga perlu diwaspadai jemaah haji terutama lansia.

"Jemaah haji perlu mewaspadai heatstroke, terutama saat wukuf di Arafah dan di Mina untuk lontar jamrah selama tiga hari," tutur dokter Atma.

Hal utama yang harus dilakukan bila mengalami gejala-gejala tersebut yakni harus segera ditangani.

"Hal terpenting dalam penanganan heatstroke adalah penemuan kasus yang cepat dan penanganan sesegara mungkin, sebelum terjadi komplikasi lebih lanjut dari kondisi heatstroke,” ungkap Atma.

Di Mina, telah disiagakan tenaga kesehatan yang akan disebar pada jalur menuju jamarat. Tujuannya, jika ditemukan jemaah haji dengan gejala heatstroke dapat segera ditangani. (ida)

Editor : Ida Nor Layla
#HajiRamahLansia #MCH2023 #jemaah haji meninggal #jemaah haji meninggal dunia #tangerang #HajiIndonesia2023 #HajiIndonesiaMabrur #Haji2023 #kloter JKG Tangerang