Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Simpang Lima Purwodadi Terendam Banjir, Aktivitas Bisnis Lumpuh

Sulistiono • Selasa, 21 Januari 2025 | 17:13 WIB
Warga melewati genangan air banjir yang merendam sejumlah wilayah di kota Purwodadi, Grobogan, Selasa pagi (21/1/25).
Warga melewati genangan air banjir yang merendam sejumlah wilayah di kota Purwodadi, Grobogan, Selasa pagi (21/1/25).

RADARSEMARANG.ID, Grobogan - Hujan deras yang mengguyur kabupaten Grobogan, sejak senin petang (20/1/2025) hingga menjelang selasa dinihari tadi menyebabkan sebagian wilayah kabupaten Grobogan terendam banjir dengan ketinggian 10 sentimeter hingga 1 meter.

Selain curah hujan tinggi yang turun di wilayah Grobogan banjir juga di sebabkan jebolnya sejumlah tanggul dan meluapnya bendungan yang berada di daerah-daerah Grobogan seperti Sungai Lusi, Sungai Tuntang, Bendungan Sedadi dan tanggul Sungai di Karangawen.

Dari pantuan RadarSemarang.ID, sebagian wilayah di dalam kota Purwodadi, Grobogan, nyaris sebagian besar wilayahnya terjamah banjir menyebabkan aktivitas warga Selasa pagi ini (21/1/2025) terganggu karena tingginya genangan air banjir.

Di Kawasan Simpang Lima Purwodadi yang merupakan jantungnya kota Purwodadi, terlihat air banjir menggenangi seputaran lapangan Simpang Lima, Jalan dan area perkantoran juga kemasukan air banjir setinggi mata kaki hingga lutut orang dewasa.

Banjir juga merendam Jalan R Suprapto, Purwodadi kota, yang menyebabkan terganggunya jadwal persidangan pada hari ini di Pengadilan Negeri Kabupaten Grobogan, karena kantor PN juga tak luput dari “serbuan” banjir.

Di Tanggul Sungai di daerah Karangawen, air juga meluap, akibat jebolnya tanggul Sungai. Luapan air yang cukup deras,langsung merendam areal persawahan yang berada di tepi Sungai dan menuju pemukiman warga.

Petugas di Bendungan Sedadi, Purwodadi, semalam juga sempat membunyikan alarm tanda kondisi Sungai mulai naik dan siaga, hingga membuat warga yang tinggal di sepanjang aliran Sungai waspada, mengantisipasi meluapnya air Sungai.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan, selasa dinihari tadi, juga terpaksa mengevakuasi warga desa Kalongan,Purwodadi Kota, karena air banjir yang merendam desa itu sudah mencapai perut orang dewasa.

Dengan menggunakan perahu karet, petugas BPBD Kabupaten Grobogan, mengungsikan warga khususnya ibu-ibu, lansia dan anak-anak ke Lokasi yang lebih aman.

Sungai Lusi yang merupakan salah satu Sungai besar di wilayah Grobogan dan melintas juga di wilayah kabupaten Kudus,juga di laporkan sejak senin sore sudah mulai meninggi debit airnya, hingga membuat warga di sepanjang aliran Sungai Lusi was-was.

Bahkan, tadi malam air Sungai Lusi di laporkan sudah meluap dan merendam pemukiman warga di Cengkrong, Penawangan dan Klambu.

Ancaman banjir dari Sungai Lusi ini juga mengancam warga yang tinggal di perbatasan Demak-Kudus yakni daerah Karanganyar.

Di desa Karangraung, banjir juga menerjang pemukiman warga. Arus deras akibat luapan banjir terlihat merendam perkampungan, jalan dan pasar di Kawasan Karangrayung. Warga tampak bersiaga mengantisipasi kemungkinan air banjir semakin tinggi.

Tak hanya banjir, bencana angin puting beliung juga sempat melanda pemukiman warga di wilayah kabupaten Grobogan, Hujan deras yang di serta angin kencang, membuat sejumlah rumah warga mengalami kerusakan.

Seperti yang terjadi di desa Kandangan, Purwodadi, Grobogan, sejumlah rumah warga rusak berat akibat di amuk angin putting beliung yang menerjang desa Kandangan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. (sls/bas)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#BANJIR #Grobogan