Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ini Penampakan Jalan Jadi-jadian di Grobogan, Imbas Kemarau Panjang dan Sungai Mengering di Asemrudung

Agus AP • Jumat, 13 Oktober 2023 | 17:18 WIB
JADI JALAN: Warga Desa Asemrudung, Kecamatan Geyer melewati jalan dasar sungai mongering untuk berpergian ke sawah dan mengambil air sumber. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)
JADI JALAN: Warga Desa Asemrudung, Kecamatan Geyer melewati jalan dasar sungai mongering untuk berpergian ke sawah dan mengambil air sumber. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

RADARSEMARANG.ID, GROBOGAN – Musim kemarau yang panjang tahun 2023 membuat sungai di Desa Asemrudung, Kecamatan Geyer mengalami kekeringan.

Tampak sungai yang kering tanpa air, sampai-sampai dasar sungainya bisa dilewati kendaraan bermotor.

Beberapa warga juga terlihat sedang melewati dasar sungai dengan aman dan nyaman.

Sebagian terlihat membawa berondong berisikan galon air yang ditaruh kanan dan kiri serta depan motor.

Sigit Pramono warga Desa Asemrudung mengatakan, sungai mulai kering sejak tiga bulan terakhir. Hujan belum juga turun.

“Jadi semua sungai di Asemrudung sudah kering dan tidak ada airnya,” kata Sigit Pramono yang juga menjabat sebagai TU di Balai Desa Asemrudung.

Keringnya sungai tersebut, kata Sigit dimanfaatkan warga sebagai jalan jadi-jadian untuk dilewati.

Mereka gunakan dasar sungai untuk mengambil sumber air bersih di sumber sungai dengan cara menggali lubang di sepanjang aliran sungai.

Sungai kering tersebut memudahkan warga untuk mengangkut air bersih digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Sebenarnya ada sumber di sungai banyak. Tetapi semua sudah kering. Tinggal dua sumber sungai di Dusun Ngasem dan Saren dari enam Dusun di Desa Asemrudung,” ujarna.

Dia mengatakan, warga mulai ambil air di sungai karena air di sumur warga sudah kering dan tidak mengeluarkan sumber air lagi.

Karena tidak ada sumber air maka warga membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari atau ambil di sungai untuk dibawa pulang.

“Tahun ini menjadi kekeringan terparah dari tahun tahun sebelumnya karena tidak hujan turun,” terang dia.

Agus salah satu warga Desa Asemrudung mengaku, adanya sungai kering sangat membantu warga untuk mengambil air di sumber.

Sebab, akses jalan bisa dijangkau. Sebagian warga juga menggunakan untuk pergi ke sawah. (mun/mal)

Editor : Agus AP
#galon air #Kemarau Panjang #asemrudung #Sungai Mengering