Tiga kelas di sekolah itu, roboh pada Minggu (20/8) lalu. Beruntung saat roboh itu, memang saat hari libur. Jadi, tidak ada siswa korban. Kondisi bangunan itu, atap bagian teras roboh. Sedangkan di bagian dalam kelas eternitnya jebol.
Isma, guru kelas I SDN 2 Penawangan mengatakan, dengan rusaknya tiga kelas itu, siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di teras kelas secara bergantian. Sebagian ditampung di musala dan sebagian belajar di ruang perpustakaan.
Tiga ruang kelas itu, kelas I, IV, dan V. Kerusakan sudah terjadi sejak 2019 lalu. Pihak sekolah sudah mengajukan perbaikan ke pemerintah kabupaten (pemkab). Namun, pengajuan belum terealisasi. Akhirnya tiga ruang kelas itu, tak dihuni mulai 2022 lalu.
Untuk menampung siswa karena sekolah rusak, pihak sekolah menampung siswa untuk belajar mengajar di teras kelas. Kemudian untuk lainya ditampung belajar di ruang perpustakaan dan mushola.
Sebagian lagi ada di tiga ruang kelas yang masih baik. ”Siswa belajar di teras kelas sudah dua tahun ini. Belajarnya tidak nyaman,” ujarnya.
Kevin dan Raka, siswa kelas V SDN 2 Penawangan berharap, agar tiga ruang kelas bisa diperbaiki. Sebab, sudah dua tahun belajar di teras.
”Belajar di teras nggak nyaman. Saya berharap pemerintah segera memperbaiki tiga ruang kelas yang rusak,” katanya.
Suraswati, orang tua siswa SDN 2 Penawangan mengaku khawatir kondisi bangunan sekolah itu. Bangunan sekolah dikhawatirkan sewaktu-waktu bisa roboh total. ”Sebagai orang tua berharap, pemerintah segera memperbaiki sekolah itu,” harapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Purnyomo mengatakan, robohnya SDN 2 Penawangan sudah diterima dan segera ditindaklanjuti. Rencana pembangunannya sudah masuk pada awal tahun lewat dana pemerintah pusat.
”SDN 2 Penawangan seharusnya dibangun PUPR pusat tahun ini. Namun, tidak jadi karena ada efisien anggaran,” katanya.
Akhirnya, Dinas Pendidikan Grobogan tidak menganggarkan tahun lalu. Namun, dalam perjalanannya PUPR pusat ternyata membatalkan rencana pembangunan sekolah itu. Padahal PUPR pusat sudah survei. Persyaratan pembangunan juga sudah diberikan.
”Kami langsung bersurat ke Bupati Grobogan, agar SDN 2 Penawangan bisa segera dibangun. Perkiraan anggarannya Rp 1,009 miliar untuk tiga kelas dari anggaran DTT (dana tidak terduga) 2023. Sekolah ambruk termasuk bencana, maka bisa dimasukkan ke DTT. Pembangunannya direncanakan pada Oktober nanti,” imbuhnya. (mun/lin)
Editor : Baskoro Septiadi