RADARSEMARANG.ID - Selain dalam bidang perfilman yang kemarin dibuktikan lewat film animasi Jumbo, Indonesia juga mencapai kemajuan lewat dunia game.
Salah satunya merupakan proyek game buatan anak bangsa dengan unsur budaya dan sejarah Tanah Air yang tentu kita semua sudah tak asing lagi.
Game berjudul The Blind Warrior ini telah menjadi title nama resmi bagi game buatan Rizeros Studio yang menceritakan tentang perjalanan petualangan karakter Si Buta dari Gua Hantu.
Melalui, postingannya. Rizeros Studio memperlihatkan progres penciptaan game tersebut mulai dari logo game, model karakter 3d hingga karakter villain atau penjahatnya.
Sosok villain yang akan dihadapi oleh Si Buta dari Gua Hantu ini lewat gambarannya merupakan sosok prajurit atau tentara dari Kolonial Belanda.
Karakter pria ras kulit putih yang tampak mengenakan seragam ala Perang Napoleon tersebut ternyata memiliki nama Captain Van der Meer.
Selain Van der Meer, ada juga karakter protagonis cantik yang diperkirakan menjadi karakter pembantu bagi tokoh utama Si Buta dari Gua Hantu.
Karakter bernama Ayu ini merupakan seorang pemimpin wanita berkarismatik dari sebuah desa yang menderita akibat program Cultuurstelsel buatan Belanda.
Oleh karena itu, Rahayu Putriningsih atau Ayu melakukan perlawanan terhadap sistem yang membelenggunya serta desa tempat tinggalnya tersebut.
Game ini merupakan kerjasama antara Studio Bumilangit dan Rizeros Studio yang akan membawakan budaya Indonesia ke dalam visual game yang tak kalah menarik dari game luar.
Penggambaran Barda Mandranata atau si Buta dari Gua Hantu ini akan disesuaikan dengan cerita aslinya yang mengenakan pakaian dari kulit ular dan mahir melakukan beladiri pencak silat.
Hingga kini, perkembangan game tersebut telah berjalan dimulai dari pengenalan tokoh karakter hingga visual dari game tersebut.
Belum diketahui tanggal perilisan dari game lokal ini, namun melihat dari progresnya mungkin pembuatan game ini sudah mendekati finishing.
Untuk platform untuk game ini nantinya akan tersedia di Steam yang bisa diakses melalui PC.
Source: Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Bumilangit, Rizeros Studios
Editor : Baskoro Septiadi