RADARSEMARANG.ID, Semarang - Jembatan jembatan penghubung Unnes - Undip ditutup. Talut jembatan ambrol diterjang banjir Senin (20/1) malam.
Akibatnya, jalan alternatif Unnes - Undip itu terputus, dan saluran air bersih dari Pucung Srondol Kulon ke wilayah Sekaran terputus.
Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (21/1) pagi, terlihat beberapa tulisan Maaf Jalan Tutup Total, Jembatan Ambrol terpasang di Gapura Desa Pucung, RT 2 RW 10, Kelurahan Srondol Kulon, Kecamatan Banyumanik. Jembatan tersebut harus dilalui melewati turunan yang curam dan licin.
Mengetahui hal itu, para pengendara sepeda motor berputar balik melewati jalan raya ke arah Jatingaleh. Mereka harus menempuh jarak lebih dari 10 kilometer untuk menuju Unnes, atau wilayah Sekaran Gunungpati.
Padahal, jembatan yang dibangun 2017 ini memiliki panjang 40 meter ini merupakan jalur alternatif, sehingga mempercepat perjalanan.
Sementara itu, talut yang berada di wilayah Bantardowo, RT 3 RW 7, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati ambrol akibat diterjang debit aliran Kali Garang yang sangat deras.
Longsoran sekitar 3 x 3 meter ini mengakibatkan bahu jalan menjadi tergerus dan jembatan tersebut menggantung Sehingga tidak memungkinkan pengendara sepeda motor melintasi jembatan tersebut.
Selain itu, di sebelah Jembatan Manulife, terdapat jembatan lama yang saat ini menjadi akses air bersih dari Srondol Kulon, Banyumanik ke beberapa wilayah Sekaran, seperti Tinjomoyo Barat (eks Kebun Binatang lama), Kampung Persen, dan Kampung Bantardowo.
Para warga bergotong royong memperbaiki pipa-pipa saluran air yang rusak akibat terjangan banjir.
bronjong sebagai penguat talut jembatan hanyut terbawa arus sungai. Selain itu, pohon mahoni, pohon bambu, dan pohon mangga di sekitar sungai juga hanyut. "Sehingga longsoran melebar ke jalan ini," ujarnya.
Bersama warga sekitar, pihaknya menutup akses tersebut. Karena bagi pengendara sepeda motor sangatlah berbahaya. "Kalau pejalan kaki masih bisa, sehingga menghindari kecelakaan lebih lanjut," pungkasnya. (mim/bas)