RADARSEMARANG.ID - Jelang Imlek 2025, produksi Kue Keranjang Sobat di Jalan Simongan Semarang ramai pesanan.
Puluhan karyawan yang merupakan warga sekitar sedang sibuk memproduksi kue keranjang ketika dikunjungi Jawa Pos Radar Semarang.
Proses produksi kue keranjang dimulai dari pembuatan adonan dengan bahan tepung ketan, gula dan air menggunakan peralatan modern. Beberapa rasa ditambahkan seperti vanila, frambozen, pandan, dan coklat.
Kemudian setelah itu adonan dicetak ke dalam plastik untuk kemudian dipacking dan dioven. Menariknya, proses pengovenan atau pengukusan masih menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar utamanya.
Adalah Stefanus Yulianto. Fanus -sapaannya-, menceritakan setiap menjelang Imlek, dirinya selalu membuat kue keranjang. Hal ini dilakukannya sejak duduk di bangku SMA atau sejak tahun 2008.
"Sambil mengenakan celana abu-abu, saya dulu keliling di Pasar Pecinan menjajakan kue keranjang, karena melihat peluang usaha, ya," jelasnya.
Diakui, meskipun saudaranya di Tegal banyak yang berkecimpung di kuliner Kue Keranjang, dirinya sempat tidak diperbolehkan untuk memproduksi.
"Karena itu persaingan, ya, tetapi saya didukung dan dapat ide dari orang tua, apalagi ini tradisi orang Tionghoa menjelang Imlek harus ada kue keranjang," jelasnya.
Dahulu, kue keranjang yang diproduksi merupakan hasil olahannya secara tradisional.
Namun, pria lulusan Teknik Industri Udinus itu melakukan uji coba memodifikasi peralatan dari pabrik untuk dijadikan alat produksi kue keranjang. (mim/bas)