Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Nyadran Goa Pucung, Warga Srondol Kulon Sembelih Dua Kambing

Nur Chamim • Senin, 13 Januari 2025 | 17:00 WIB

RADARSEMARANG.ID -  Warga Pucung di RT 2 RW 10, Kelurahan Srondol Kulon, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, menggelar tradisi nyadran di depan Gua Pucung, Minggu (12/1/2025). Mereka menyembelih kambing dan kemudian dimasak gule.

Ketua RT 2 RW 10 Srondol Kulon, Satiman menjelaskan, Gua Pucung yang berkedalaman sekitar enam meter dulunya merupakan tempat pengungsian atau persembunyian warga saat zaman penjajahan Belanda.

"Para pejuang dulu berlindung di gua ini karena banyak kekacauan. Karena punya nilai sejarah, warga kemudian terus melestarikan gua ini," katanya.

Salah satunya dengan menggelar Nyadran Gua Pucung setiap bulan Rajab. Tradisi tersebut sudah berlangsung turun-temurun. Untuk harinya, menurut dia, berdasarkan kesepakatan warga.

Selain melestarikan budaya, Nyadran Gua Pucung, juga sebagai wujud syukur warga atas keberkahan yang diterima.

Juga dalam upaya menjaga kelestarian dan keseimbangan alam di kawasan Pucung. Wujud syukur itu dilakukan dengan menyembelih kambing.

Pada prosesi yang dilaksanakan Minggu (12/1/2025), mereka menyembelih dua kambing."Tapi tidak harus dua kambing, yang penting ada penyembelihan kambing, seperti berkurban," katanya.

Daging kambing kemudian dimasak gule menggunakan kayu bakar, di depan Gua Pucung. Setelah matang, gule dibagi-bagikan kepada seluruh warga dan tamu yang mengikuti prosesi nyadran.

Sementara itu, warga Pucung datang ke Nyadran Gua Pucung sembari membawa makanan dan buah-buahan. Lokasi Gua Pucung berada tebing Kali Garang.

Jalan setapak yang terjal, licin, dan berkelok-kelok tak membuat patah semangat warga, terutama orang tua, untuk sampai ke lokasi nyadran.

Di depan gua, mereka kemudian menggelar doa bersama dipimpin oleh tokoh agama setempat.

Hujan deras yang mendadak turun, tak menyurutkan warga tetap mengikuti prosesi itu hingga usai.

Setelah berdoa, warga makan bersama beralaskan daun pisang. Gule kambing yang telah masak pun dimakan dan dibagikan ke warga serta tamu yang hadir.

Camat Banyumanik, Eka Kriswati mengapresiasi tradisi yang selalu dilestarikan warga tersebut.

Gua Pucung bisa menjadi potensi destinasi wisata alam. "Ke depan, bisa dimasukkan ke Musrenbang, asalkan benar-benar akses ke gua adalah milik pemerintah," katanya.

Melalui jargonnya Wonderful Banyumanik, menurut dia, Gua Pucung dapat disandingkan dengan tempat wisata lainnya, seperti Curug Kedung Kudu dan Kampung Iwak.

"Sehingga di Banyumanik bisa terintegrasi satu sama lain melalui desa wisata. Ini bisa menambah perekonomian masyarakat," katanya. (mim/bas)

 

Warga menggelar nyadran di depan Gua Pucung di Srondol Kulon
Warga menggelar nyadran di depan Gua Pucung di Srondol Kulon
Warga membawa makanan dan buah-buahan ke prosesi nyadran.
Warga membawa makanan dan buah-buahan ke prosesi nyadran.
Editor : Baskoro Septiadi
#Nyadran