RADARSEMARANG.ID, Semarang - Tercatat ada 65 Kepala Keluarga (KK) di Kebontaman RT 4, RW 9, Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang yang terdampak kekeringan.
Mereka masih terus berburu air bersih, baik mengambil air dari sumur-sumur yang masih terdapat air, membeli air dengan cara patungan, atau menunggu bantuan dropping air bersih.
Begitu datang dropping air bersih, warga segera menyiapkan galon, jeriken, ember, atau tempat penampungan air lainnya.
Kamis (22/8/2024), datang bantuan dua tangki yang masing-masing bermuatan 5.000 liter. Air kemudian disalurkan ke tandon dan tempat penampungan air milik warga.
Busro, warga Kebontaman mengungkapkan, setiap kemarau, wilayahnya langganan mengalami kekeringan.
Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari seperti memasak, mandi dan mencuci, warga harus ‘ngangsu’ ke Sungai Babon.
"Kami harus berjalan turun sejauh sekitar 500 meter untuk mendapatkan air, sementara untuk minum kami membeli air mineral," katanya.
Tokoh masyarakat setempat, Ngadianto mengungkapkan, ada 65 kepala keluarga di wilayah Kebontaman RT 4 RW 9 yang terdampak kekeringan.
"Seminggu dua kali ada bantuan, kadang satu tangki, kadang dua tangki. Dan, warga selalu berebut mendapatkan air bersih," katanya.
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martantono menjelaskan, dari hasil mitigasi di awal 2024, pihaknya sudah mempunyai maping lokasi kecamatan dan kelurahan yang selalu kekeringan saat musim kemarau, seperti Rowosari di Kecamatan Tembalang, Wonosari di wilayah Ngaliyan, dan Cepoko di Gunungpati.
Pendistribusian air bersih sudah diserap melalui APBD Kota Semarang sekitar 64 tangki. Seperti di Kelurahan Mangunharjo Tembalang ada empat tangki, Kelurahan Gondoriyo Ngaliyan empat tangki, Cepoko Gunungpati tiga tangki, dan Mangkang Kulon Tugu dua tangki.
Selain itu, pendistribusian air bersih juga dilakukan di Mlatiharjo Semarang Timur sebanyak dua tangki, Rowosari Tembalang 21 tangki.
Adapun di Bringin Ngaliyan, Plalangan Gunungpati, dan Pakintelan Gunungpati masing-masing dua tangki.
Di Muktiharjo Kidul Pedurungan 9 tangki, Posko Mudik lima tangki, RPU Penggaron Kidul dan dapur umum Kaligawe masing-masing empat tangki.
Kamis ini (22/8/2024), pihaknya bersama pensiunan Inspektorat Jawa Tengah menyalurkan dua tangki air bersih untuk warga Rowosari Tembalang. "Besok (Jumat, 23/8/2024) dua tangki di Wonosari Ngaliyan," katanya.
Pihaknya membuka diri jika ada CSR mau membantu wilayah yang kekeringan. Sebab, penyerapan anggaran untuk air bersih hanya Rp 20 juta dan itu hanya cukup untuk 100 tangki atau 6 juta liter air bersih.
"Sementara sudah ada 64 tangki, sehingga stok tinggal 26 tangki, kami membuka diri dengan senang hati, siap mendampingi dan memfasilitasi jika ada CSR yang mau membantu."
Dia menambahkan, wilayah yang kekeringan karena kesulitan sumber air, baik itu PDAM atau sumur artetis.
"Kuota pelanggan PDAM belum masuk kriteria, harus memperhatikan ekonomi masyarakat karena butuh biaya jika memasang air PDAM," katanya.
Selain itu, pihaknya masih mencoba melakukan pendekatan agar ada pembuatan air artetis atau sumur bor.
"Kita mencoba pendekatan. Karena tempatnya belum bisa memenuhi air artetis, seperti ada gasnya. Airnya ini bisa menyala, sehingga kurang layak digunakan," katanya. (mim/bas)