RADARSEMARANG.ID - Terlupakan merupakan salah satu hal yang paling menakutkan yang menjadi momok menyeramkan bagi manusia.
Hal inilah yang kemudian menjadi tema dalam sebuah film menarik berjudul ' Forget Me Not' yang akan kita ulas dalam tulisan ini.
Forget Me Not atau Wasurenai to Chikatta Boku ga Ita
(忘れないと誓ったぼくがいた) merupakan film asal Jepang yang disutradarai oleh Kei Horie.
Film ini menceritakan tentang kisah seorang remaja bernama Takashi Hayama yang bertemu dan jatuh cinta dengan seorang gadis cantik dengan takdir yang menyedihkan.
Forget Me Not bercerita tentang Takashi Hayama, diperankan oleh Nijiro Murakami, aktor yang juga terkenal karena perannya dalam serial Alice In Borderland.
Ia merupakan seorang siswa sekolah menengah atas yang hidup di salah satu daerah kota kecil pinggiran di Jepang.
Suatu malam ia sedang terburu-buru mengembalikan DVD sewaan yang ia pinjam dari salah satu tempat rental yanga da di kota tersebut.
Saat di perjalanan, tak disangka ia bertabrakan dengan seorang gadis cantik yang membuatnya terkesima, nama gadis itu Oribe Azusa.
Namun ada yang aneh dari Azusa, gadis itu tampak diam dengan mata yang berkaca-kaca seperti menahan kesedihan yang amat dalam. Dan dengan cepat langsung meninggalkan Takashi.
Kedepannya kita akan diberitahu bahwa ini merupakan pertemuan mereka kedua, setelah sebelumnya Takashi melupakan Azusa, kekasihnya yang ia lupakan.
Tak pikir pusing, Takashi pun melanjutkan kegiatannya dan lalu pulang karena hari sudah mulai larut malam.
Keesokan harinya, Takashi yang sudah berada di sekolahannya kaget karena ia bertemu lagi dengan gadis yang bertabrakan dengannya semalam.
Pada awalnya Azusa mencoba untuk selalu menghindari Takashi agar mencegah rasa sakit yang dulu pernah ia dapatkan dari Takashi.
Lama kelamaan, Azusa pun luluh dan berharap mungkin saja Takashi kali ini tidak akan melupakannya (lagi).
Takashi pun langsung menghampiri dan berencana untuk mengajak kenalan gadis tersebut. Keduanya pun menjadi dekat dan berpacaran, sering kencan lalu mengukir memori indah bersama-sama.
Azusa mengatakan bahwa setiap orang yang mengenalnya pasti suatu saat akan melupakannya, baik itu teman, guru sekolah maupun orangtuanya sendiri.
"Bertemu secara kebetulan. Saat kita bertemu, itu juga sebuah keajaiban. Kalau kita tidak bertemu lagi, berarti takdir kita cukup sampai di situ."
Takashi yang merasa kebingungan pun merasa aneh, namun dengan mantap ia menyatakan akan terus mengingat Azusa dan berjanji tidak akan melupakannya.
Bahkan Takashi memperkenalkan Azusa ke keluarganya, sehingga ia merasa akan membuktikan ke Azusa bahwa ia memiliki ingatan yang cukup kuat dan kalaupun tidak, setidaknya orang terdekatnya mengingatnya.
Takashi juga membuat berbagai coretan-coretan di dinding kamarnya tentang Oribe Azusa, gadis yang sangat ia cintai tersebut.
Perlahan namun pasti, hubungan ini mulai terlupakan oleh Takashi, ia bahkan perlahan mulai melupakan sosok Azusa yang selama ini diingatnya, bukan cuma Takashi namun seluruh orang terdekatnya juga melupakan Azusa.
Film ini dapat dikonklusikan dalam kesimpulan bahwa ingatan manusia sangatlah pendek dan gampang terdistorsi. senada dengan ucapan Azusa tentang hal tersebut.
"Apa kamu ingat nama gurumu saat masih TK? Nama teman - teman SD? Berapa orang yang masih kamu ingat?"
Azusa sebagai tokoh penting dalam hidup Takashi pun perlahan mulai terlupakan, ini merupakan sebuah pengingat bagi manusia bahwa menjadi terlupakan adalah sebuah kepastian yang tak bisa kita pungkiri.
Eksistensi diri merupakan hal yang fana, cepat atau lambat pasti kita akan terlupakan oleh orang lain, bahkan kebanyakan tanpa alasan yang jelas.
Source: Asian Wiki, The Movie Database, @ngebahasfilm (IG)
Editor : Baskoro Septiadi