Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Sinopsis Film Para Perasuk, Perjalanan Kisah Mistis yang Bikin Terpukau

Deka Yusuf Afandi • Senin, 27 April 2026 | 09:52 WIB
Simak sinopsis lengkap film Para Perasuk, kisah unik tentang tradisi kerasukan yang mengangkat budaya Indonesia hingga ke festival dunia.
Simak sinopsis lengkap film Para Perasuk, kisah unik tentang tradisi kerasukan yang mengangkat budaya Indonesia hingga ke festival dunia.

RADARSEMARANG.ID – Industri film Indonesia kembali menunjukkan taringnya di kancah global lewat karya terbaru berjudul Para Perasuk (judul internasional: Levitating). Film ini menjadi sorotan bukan hanya karena premisnya yang unik, tetapi juga karena keterlibatan sineas dan aktor papan atas yang berhasil mengangkat cerita lokal ke level internasional.

Disutradarai oleh Wregas Bhanuteja, yang sebelumnya dikenal lewat karya-karya artistik dan penuh makna, film ini ditulis bersama Defi Mahendra dan Alicia Angelina.

Kolaborasi ini melahirkan cerita yang kuat, menggali sisi spiritual sekaligus psikologis dari kehidupan masyarakat desa yang masih kental dengan tradisi.

“Para Perasuk” mengisahkan perjalanan Bayu, seorang pemuda berusia 20 tahun yang memiliki ambisi tak biasa: menjadi seorang “perasuk” dalam tradisi pesta kerasukan di kampungnya. Di tengah lingkungan yang sarat nilai-nilai spiritual dan kepercayaan turun-temurun, Bayu berusaha menemukan jati diri sekaligus mendapatkan pengakuan dari komunitasnya.

Baca Juga: Sinopsis dan Trailer Terikat Janji yang Tayang Malam Ini

Konflik batin yang ia alami menjadi inti cerita, memperlihatkan pergulatan antara keinginan pribadi dan tekanan budaya yang mengitarinya.

Kisah ini terasa semakin hidup berkat penampilan deretan aktor ternama seperti Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, dan Chicco Kurniawan. Kehadiran Anggun juga menjadi daya tarik tersendiri, mengingat ini adalah debutnya di layar lebar.Penampilan Anggun dinilai membawa warna baru, sekaligus memperkuat daya tarik film ini di pasar internasional.

Dari sisi produksi, film ini digarap oleh Rekata Studio dengan melibatkan kolaborasi lintas negara, termasuk Singapura, Prancis, dan Taiwan.

Skala produksi yang cukup besar ini menunjukkan keseriusan dalam menghadirkan kualitas sinematik berstandar global. Proses syuting sendiri berlangsung selama 24 hari dan rampung pada Oktober 2024.

Setelah itu, tim produksi melanjutkan ke tahap pascaproduksi sepanjang 2025, yang mencakup penataan suara, komposisi musik, pewarnaan visual, hingga efek visual untuk memperkuat atmosfer film.

Sebelum resmi tayang, “Para Perasuk” sudah lebih dulu mencuri perhatian di berbagai forum industri film internasional. Salah satunya adalah saat proyek ini dipresentasikan di Asian Project Market dalam Festival Film Internasional Busan dan berhasil meraih penghargaan dari CJ ENM. Prestasi ini menjadi sinyal kuat bahwa film tersebut memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat global.

Tak hanya itu, dukungan pascaproduksi dari Purin Pictures di Thailand juga menjadi faktor penting dalam menyempurnakan kualitas akhir film. Kolaborasi lintas negara ini memperlihatkan bagaimana industri film Indonesia kini semakin terbuka dan kompetitif di pasar internasional.

Puncak dari perjalanan film ini adalah partisipasinya dalam Festival Film Sundance 2026, salah satu ajang paling prestisius di dunia. “Para Perasuk” dijadwalkan melakukan pemutaran perdana dunia pada 24 Januari 2026 dalam kategori World Cinema Dramatic Competition.

Keikutsertaan ini bukan sekadar pencapaian biasa, melainkan bukti bahwa karya sineas Indonesia mampu bersaing dengan film-film terbaik dari berbagai negara.

Baca Juga: Referensi Pencairan TPG Setiap Bulan Guru, SKTP April 2026 Diterbitkan di Info GTK

Dengan mengangkat tema budaya lokal yang dikemas secara modern dan universal, “Para Perasuk” berpotensi menjadi film Indonesia yang tidak hanya sukses secara artistik, tetapi juga mampu menarik perhatian pasar global.

Cerita tentang pencarian jati diri, konflik batin, serta benturan antara tradisi dan modernitas menjadi isu yang relevan bagi penonton di berbagai belahan dunia.

Melalui film ini, industri perfilman Indonesia sekali lagi membuktikan bahwa cerita-cerita lokal memiliki daya tarik yang kuat jika dikemas dengan pendekatan yang tepat.

“Para Perasuk” bukan sekadar film, melainkan representasi dari perkembangan sinema Indonesia yang semakin matang, berani, dan siap bersaing di panggung dunia(dka)

Editor : Baskoro Septiadi
#sinopsis para perasuk #levitating film indonesia #film sundance 2026 #film budaya indonesia #film terbaru 2026