Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Sari Ito Kembali sebagai Torako, Film Wings of a Tiger Siap Tayang 2027 dan Catat Sejarah Drama Pagi NHK

Asifa Dyah Ayu Luthfia • Kamis, 29 Januari 2026 | 04:15 WIB
Film “Tiger and Wings” yang dibintangi Sari Ito akan dirilis pada tahun 2027.  ( Sumber foto: Yahoo Japan )
Film “Tiger and Wings” yang dibintangi Sari Ito akan dirilis pada tahun 2027. ( Sumber foto: Yahoo Japan )

RADARSEMARANG.ID –  NHK secara resmi mengumumkan bahwa drama pagi populer Wings of the Tiger akan diadaptasi ke layar lebar dengan cerita yang sepenuhnya orisinal dan dijadwalkan rilis pada tahun 2027.

Film ini kembali dibintangi oleh Sari Ito, yang akan melanjutkan perannya sebagai Tomoko (Torako), menjadikannya pencapaian bersejarah dalam dunia drama Jepang.

Adaptasi ini menandai pertama kalinya dalam 27 tahun sebuah drama pagi NHK diangkat menjadi film layar lebar sejak Suzuran (1999).

Lebih dari itu, untuk pertama kalinya dalam sejarah, pemeran utama drama pagi akan kembali memerankan peran yang sama dalam versi film.

Wings of the Tiger terinspirasi dari kisah nyata Yoshiko Mibuchi, pengacara perempuan pertama di Jepang yang kemudian menjadi hakim dan ketua hakim perempuan pertama.

Baca Juga: Film 'Rajah' Bawa Horor Lokal ke Layar Lebar, Siap Tayang Februari 2026

Drama ini menggambarkan perjuangan Torako sebagai perempuan yang membuka jalan di dunia hukum, bersama para wanita lain yang berani menantang batasan zaman.

Kisah tersebut berhasil menyentuh hati penonton dan menimbulkan simpati luas.

Sejak penayangannya pada April 2024, popularitas drama ini terus meningkat. Jumlah penonton streaming mencetak rekor tertinggi di antara drama NHK saat itu, sementara media sosial dipenuhi respons penonton hingga acara ini menjadi topik tren harian dan mingguan.

Wings of the Tiger juga meraih berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Galaxy Awards ke-62 (Kategori Televisi), Hashida Award ke-33, dan Broadcasting Culture Foundation Awards ke-51 (Drama Terbaik).

Baca Juga: Rekomendasi Film untuk Akhir Pekan: Malam 3 Yasinan, Saat Tradisi Menjadi Ruang Teror yang Mencekam

Versi film akan memperluas skala cerita, mencakup berbagai era serta menghadirkan episode baru dan kelanjutan kisah yang belum sepenuhnya tergambar dalam serial TV. Torako akan menghadapi “kasus terakhirnya,” yang disebut-sebut sebagai puncak dari perjalanan hidupnya.

Sari Ito mengungkapkan kebahagiaannya atas proyek ini. “Saya tidak pernah menyangka bisa kembali hidup sebagai Tora-chan. Saya benar-benar bahagia dan ingin menghargai peran ini sebaik mungkin,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa film ini akan menjadi kesempatan untuk menutup celah-celah emosional yang tersisa dari drama.

Penulis skenario Yoshida Erika menyebut film ini sebagai ruang bagi hiburan untuk memberi kekuatan pada masyarakat.

“Hiburan mungkin tidak mengubah dunia secara langsung, tetapi ia bisa menjadi tempat bagi orang untuk merasa didukung dan berani bersuara,” tuturnya.

Baca Juga: Film Horor Lintas Budaya Dowajuseyo Siap Hantui Bioskop Indonesia Mulai 29 Januari 2026

Sementara itu, sutradara Yoshiro Kayakawa kembali menyoroti makna kata “Benci” (akhir) yang kerap diucapkan Torako dalam drama. Menurutnya, kata tersebut bukan untuk menghakimi, melainkan ajakan untuk berhenti sejenak dan berpikir bersama. Ia berharap film ini bisa menjadi “akhir” yang menyentuh dan menjangkau banyak orang.

Editor : Baskoro Septiadi
#NHK #Drama NHK #Drama Pagi #Sari Ito #Torako #film jepang #Kabar Film #Wings Of The Tiger #Entertainment Japan