Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Film 'Rajah' Bawa Horor Lokal ke Layar Lebar, Siap Tayang Februari 2026

Magang Radar Semarang • Senin, 26 Januari 2026 | 09:10 WIB
salah satu pemain film Rajah yang menjadi hantu, Jumat (23/01/2026)
salah satu pemain film Rajah yang menjadi hantu, Jumat (23/01/2026)

RADARSEMARANG.ID - Industri film nasional kembali menghadirkan karya horor bernuansa lokal.

Film horor-thriller berjudul "Rajah" dijadwalkan tayang serentak di bioskop Tanah Air pada 26 Februari 2026.

Film ini diproduksi oleh Eight Senses Film, dipimpin oleh sutradara R. Jiwo Kusumo, dan produser Ditha Samantha.

Film ini mengusung cerita teror supranatural yang berpijak pada simbol mistis dan nilai luhur budaya Jawa.

Berbeda dari film horor kebanyakan, Rajah tidak semata menampilkan teror visual, tetapi juga mengajak penonton menyelami konflik batin tokoh-tokohnya yang bersinggungan dengan masa lalu, tradisi, dan kekuatan tak kasatmata.

Cerita Rajah berpusat pada sosok Nilam, seorang perempuan muda yang mulai mengalami rangkaian mimpi buruk dan gangguan misterius.

Awalnya, gangguan tersebut dianggap sebagai tekanan psikologis biasa.

Namun seiring waktu, teror yang dialami Nilam semakin nyata dan berbahaya, seolah terhubung dengan simbol rajah kuno dan ritual yang telah lama ditinggalkan.

Tokoh Nilam diperankan oleh Angel Lisandi, yang menjadi pusat narasi sekaligus kunci perkembangan cerita.

Karakter Nilam digambarkan sebagai pribadi rasional yang perlahan dipaksa menghadapi kenyataan bahwa ada kekuatan di luar logika yang mengancam hidupnya.

Di sisi lain, hadir tokoh Cakra yang diperankan oleh Panji Zoni.

Cakra berperan sebagai sosok yang berusaha membantu Nilam mengungkap sumber teror tersebut.

Ketertarikannya pada sejarah dan budaya Jawa justru membawa keduanya pada rahasia lama yang seharusnya tidak dibuka kembali.

Hubungan Nilam dan Cakra menjadi poros utama cerita, sekaligus menggambarkan bagaimana rasa takut, trauma, dan kepercayaan dapat menguji batas logika manusia.

Teror dalam Rajah tidak datang secara tiba-tiba, melainkan dibangun perlahan melalui suasana sunyi, simbol-simbol budaya, dan konflik psikologis para tokohnya.

Film ini juga menempatkan unsur budaya Jawa sebagai bagian penting dalam alur cerita.

Tembang, simbol rajah, hingga nilai spiritual leluhur tidak hanya menjadi latar, tetapi berfungsi sebagai medium penyampai pesan tentang keseimbangan antara manusia, alam, dan keyakinan.

Dengan pendekatan tersebut, Rajah berupaya menghadirkan horor yang lebih reflektif.

Ketakutan tidak hanya bersumber dari makhluk gaib, tetapi juga dari masa lalu yang belum selesai dan kesalahan manusia yang terus berulang.

Kehadiran Rajah menambah daftar film horor Indonesia yang mengangkat kearifan lokal sebagai identitas utama.

Film ini diproyeksikan menjadi salah satu tontonan horor yang menarik perhatian penonton bioskop pada Februari 2026. (mg2)

Editor : Baskoro Septiadi
#gaib #horor thriller #Cerita #film #Supranatural #Bioskop 2026 #makhluk