Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Film Horor Lintas Budaya Dowajuseyo Siap Hantui Bioskop Indonesia Mulai 29 Januari 2026

Magang Radar Semarang • Jumat, 23 Januari 2026 | 13:13 WIB

 

salah satu scene thriller Dowajuseyo
salah satu scene thriller Dowajuseyo

RADARSEMARANG.ID - Film horor berjudul Dowajuseyo dipastikan segera tayang di bioskop mulai 29 Januari mendatang. Film ini menjadi salah satu rilisan horor yang cukup menyita perhatian publik.

Terutama karena mengusung latar Korea Selatan dan menggabungkannya dengan karakter utama asal Indonesia.

Antusiasme penonton mulai terasa setelah trailer resmi film Dowajuseyo beredar melalui akun Instagram resmi Cinema XXI.

Cuplikan tersebut memperlihatkan suasana mencekam sejak menit awal. Nuansa gelap, sunyi, dan penuh tekanan psikologis.

Bukan sekadar horor kejut, tetapi teror yang dibangun perlahan. Dowajuseyo bercerita tentang Tania, yang diperankan Saskia Chadwick.

Ia adalah seorang mahasiswi asal Indonesia. Tania mengikuti program pertukaran pelajar di Korea Selatan.

Awalnya, kehidupannya berjalan normal. Namun semua berubah ketika ia bertemu dengan arwah perempuan bernama Min Yong, yang diperankan Kim Seoyoung.

Min Yong merupakan korban pelecehan seksual. Ia meninggal tanpa keadilan. Arwah tersebut kemudian meminta bantuan Tania.

Permintaan itu menjadi awal rangkaian teror. Gangguan demi gangguan mulai muncul. Intens, menghantui, bahkan mengancam kewarasan Tania.

Dalam upayanya mengungkap misteri kematian Min Yong, Tania tidak berjalan sendiri. Ia mendapat bantuan dari Dr. Park Min Jae, yang diperankan Kim Geba.

Ia juga ditemani sahabatnya, Sherly, yang diperankan Aruma Khadijah. Namun situasi semakin rumit dengan kehadiran Dion, yang diperankan Cinta Brian.

Sosok misterius dengan masa lalu kelam. Kehadirannya membuat pilihan Tania semakin sulit.

Dari trailer yang beredar, Dowajuseyo tidak hanya menjual kengerian visual. Film ini juga mengangkat isu trauma, rasa bersalah, dan pencarian keadilan.

Cerita disusun bertahap. Emosi penonton diajak masuk perlahan. Ketegangan meningkat seiring waktu.

Film ini diproduseri oleh Erick Teguh Mulyono. Disutradarai oleh Nur Muhammad Taufik bersama Sjahfasyat Bianca. Skenario ditulis oleh Nucke Rahma. Diproduksi oleh Heart Pictures.

Dengan cerita lintas budaya dan pendekatan horor psikologis, Dowajuseyo diharapkan memberi warna baru di jajaran film horor Indonesia awal tahun ini.

Editor : Baskoro Septiadi
#pertukaran pelajar #arwah gentayangan #horor psikologis #film #minta tolong