RADARSEMARANG.ID - Film horor komedi Sebelum Dijemput Nenek menghadirkan teror tak biasa: bermula dari sumpah seorang cucu yang ingin neneknya meninggal, berujung mimpi buruk bagi satu kampung.
Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 22 Januari 2026.
Cerita berpusat pada Hestu (Angga Yunanda) dan Akbar (Dodit Mulyanto), saudara kembar yang hubungannya memburuk sejak lama.
Hestu memilih angkat kaki ke kota dan memutus ikatan keluarga, sementara Akbar bertahan di desa, setia merawat sang Nenek Siyem (Marsiyem) yang membesarkan mereka sejak kecil.
Baca Juga: Dari Thread ke Box Office: Film SimpleMan Kuasai Bioskop, Janur Ireng Masih Tayang
Konflik memuncak ketika Hestu melontarkan sumpah kejam: ia hanya akan pulang jika Nenek Siyem meninggal dunia. Tak disangka, sumpah itu benar-benar menjadi kenyataan.
Nenek wafat tepat di hari paling keramat, hari yang menurut kepercayaan setempat membuat arwah tak bisa tenang dan akan gentayangan hingga menemukan teman ke alam baka.
Alih-alih berakhir damai, kematian Nenek justru membuka pintu teror. Arwah sang Nenek mulai menampakkan diri dan menghantui keluarga.
Kepanikan pun memuncak ketika muncul Ki Mangun (Nopek Novian), dukun viral yang sok sakti namun ceroboh. Ia mengungkap fakta mengerikan: mereka hanya punya waktu tujuh hari untuk mencari “pengganti” yang akan menemani arwah Nenek.
Baca Juga: Era CEO Laguna Tamat! China Larang Drama Bos Kaya Nikahi Gadis Miskin
Upaya ritual pun dilakukan dengan bantuan Kotrek (Oki Rengga), preman kampung yang nyalinya ciut jika berhadapan dengan hantu, serta Nisa (Wavi Zihan), gadis desa polos yang terseret ke pusaran kejadian mistis. Namun ritual pengusiran arwah justru menjadi bencana baru—bukan hanya arwah Nenek yang datang, melainkan arwah satu kampung ikut bangkit.
Di sinilah kekuatan film ini terasa. Sutradara Fajar Martha Santosa sukses meramu horor berbasis mitos lokal dengan komedi segar para komika, tanpa menghilangkan emosi keluarga, rasa bersalah, dan penyesalan yang menjadi inti cerita. Produksi dari Rapi Films bersama Sky Media, Legacy Pictures, dan Kebon Studio ini tidak sekadar menakuti, tetapi juga mengajak penonton tertawa sekaligus merenung.
Baca Juga: Bukan Wonder Woman, Marvel Rilis Wonder Man: Superhero yang Main Film?
Chemistry para pemain menjadi nilai jual utama. Angga Yunanda tampil dengan sisi emosional yang kuat, sementara Dodit Mulyanto dan Oki Rengga menjadi penyeimbang lewat humor khas mereka.
Kehadiran Nopek Novian sebagai dukun “kurang kompeten” justru menjadi sumber kekacauan paling absurd dalam film.
Sebelum Dijemput Nenek bukan horor biasa. Film ini menegaskan satu pesan pahit: sumpah yang terucap dari amarah bisa menjadi petaka, bukan hanya bagi diri sendiri, tapi juga orang-orang di sekitar.
Apakah Hestu dan Akbar berhasil menemukan pengganti? Atau justru ikut “dijemput” Nenek ke alam baka? Jawabannya menanti di bioskop, mulai 22 Januari 2026.(han)
Editor : Baskoro Septiadi