Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Hanung Bramantyo Lagi-Lagi 'Main Api', Film La Tahzan Panaskan Layar

Lutfi Hanafi • Senin, 5 Januari 2026 | 04:58 WIB
NGOBROL - Salah satu adegan penting dalam film Lah Tahzan karya Hanung Bramantyo.
NGOBROL - Salah satu adegan penting dalam film Lah Tahzan karya Hanung Bramantyo.

RADARSEMARANG.ID — Seolah belum usai dengan riak yang ia ciptakan, Hanung Bramantyo kembali menantang batas dengan La Tahzan (2025).

Setelah Gowok dan Ipar Adalah Maut, sutradara ini lagi-lagi memilih wilayah abu-abu: hasrat, iman, dan retaknya rumah tangga.

Bukan sekadar sensasi, Hanung tampak menikmati eksplorasi tema yang sama—kali ini dengan kemasan yang lebih matang.

Dirilis sebagai drama-romance, La Tahzan dibintangi Marshanda, Dev Mahendra, dan Ariel Tatum.

Ceritanya berangkat dari kisah nyata—sebuah pilihan yang kerap memancing skeptisisme. Namun, dua puluh menit pertama cukup untuk mematahkan prasangka: film ini tahu ke mana ia melangkah.

 Baca Juga: Tak Selalu Lucu, Film Suka Duka Tawa Ungkap Luka Komika di Balik Panggung

Pertanyaannya sederhana sekaligus menantang: apa bedanya dengan Ipar Adalah Maut? Jawabannya terletak pada ritme dan warna.

La Tahzan lebih cair, karakternya tak larut dalam melodrama, bahkan sesekali menyelipkan humor yang mengena—terutama lewat kehadiran Asri Welas, yang memberi napas segar dan insting “detektif” yang jenaka.

Marshanda kembali membuktikan kelasnya; peran perempuan yang terluka dan kehilangan seolah menjadi medan yang ia kuasai dengan tenang namun tajam.

Dev Mahendra tampil lebih menantang dibanding perannya sebelumnya—seorang pria saleh yang goyah, membuat penonton greget oleh konflik batin yang terasa nyata.

Sementara Ariel Tatum hadir sebagai godaan yang menjadi poros cerita, bukan semata rupa, tetapi pemicu runtuhnya keseimbangan.

 Baca Juga: Asal-usul Santet Sewu Dino Terungkap di Film Janur Ireng, Penakut Dilarang Nonton

Namun, film ini tak sepenuhnya tanpa cela. Saat konflik utama terkuak, arah cerita berbelok tajam ke nuansa klenik.

Transisi ini terasa dipaksakan, menggeser tensi realistis ke wilayah yang mengingatkan pada drama televisi sore.

Motif antagonis pun kurang digali, membuat klimaks terasa ramai namun tak sepenuhnya beralasan.

 Baca Juga: Comic 8 Kembali: Santet K4bin3t Sudah Tayang, Seseru Seri Lawas?

Terlepas dari itu, secara keseluruhan La Tahzan lebih solid dibanding Ipar Adalah Maut—lebih hidup, lebih berwarna, dan lebih menghibur.

Film ini bekerja baik sebagai tontonan yang memancing emosi, terutama bagi penonton yang gemar drama rumah tangga dengan konflik moral yang dekat dengan keseharian.

 Baca Juga: Bangun Tidur Dunia Sudah Tenggelam, Film The Great Flood Bikin Merinding

Sinopsis singkat, Reza (Dev Mahendra) dan Alina (Marshanda) menjalani rumah tangga harmonis hingga kehadiran Asih (Ariel Tatum), pengasuh anak yang perlahan mengusik iman dan kesetiaan. Dari sanalah ujian dimulai—sunyi, panas, dan tak terelakkan.

Di tangan Hanung, kisah ini bukan hanya tentang jatuhnya moral, tetapi tentang manusia yang rapuh—dan pilihan yang selalu menuntut harga.(han)

Editor : Baskoro Septiadi
#gowok #la tahzan #asri welas #Dev Mahendra #ariel tatum #Ipar adalah maut #hasrat #drama romance #Netfliix #Humor #hanung bramantyo #sensasi #film #Iman #marshanda