RADARSEMARANG.ID, Semarang - Di hari ini siapa yang tak kenal Kristo Immanuel? Seseorang yang lahir dengan bakat dan penuh ide di kepala.
Perjalanan karir Kristo tidaklah instant, awal namanya mulai dikenal masyarakat adalah saat Kristo menunjukkan bakatnya yaitu menirukan suara berbagai tokoh terkenal hingga kartun internasional, kemudian namanya semakin dikenal ketika Kristo mampu menirukan mantan presiden Indonesia yaitu Joko Widodo.
Bahkan Kristo juga pernah meng-impersonate aktor Chris Hemsworth saat interview film Extraction 2 bersama Chris di tahun 2023.
Selain menjadi impersonator, komedian, konten kreator hingga aktor film, Kristo juga memulai debutnya sebagai sutradara dalam film Tinggal Meninggal yang rilis dan tayang di layar lebar pada tanggal 14 Agustus 2025.
Menariknya lagi, penulis skenario film Tinggal Meninggal tak lain dan tak bukan adalah Kristo Immanuel sendiri.
Baca Juga: Harga Tiket Konser '' Ariana Grande Mencekik, Mencapai Puluhan Juta di Pasar Resale
Dalam Podcast Raditya Dika bersama Kristo yang tayang pada tanggal 29 September, Kristo mengutarakan bahwa impiannya sejak kecil adalah bekerja di industri film.
“Gue tuh dari kecil suka berimajinasi, bang. Jadi ngeliat film itu kayak imajinasi yang ada di kepala gue selama ini dijadiin visual.” Ujar Kristo dalam percakapan podcast tersebut.
Saat kuliah pun Kristo menempuh pendidikan Film & Televisi di Universitas Multimedia. Setelah melewati dinamika karir dari seorang konten kreator hingga aktor, akhirnya Kristo melahirkan karya film pertamanya yaitu Tinggal Meninggal. Impian masa kecil yang terwujud ini adalah awal dari karir Kristo di industri produksi film.
Kristo menggarap naskah sekaligus produksi film bersama istrinya, yaitu Jessica Tjiu. Jessica menjadi pasangan serta rekan Kristo dalam menyelesaikan proyek film ‘Tinggal Meninggal’
Dalam podcast Raditya Dika juga, Kristo bercerita bahwa ia memiliki kebiasaan unik yaitu berimajinasi di dalam kepalanya.
Mulai dari membuat premis, alur cerita, hingga karakter, Kristo bentuk di dalam kepalanya, dan secara tak sadar membuatnya memperagakan skenario tersebut di depan cermin atau dalam kegiatan sehari-harinya.
Kristo mengakui bahwa kebiasaan tersebut adalah hal unik yang tidak semua orang mengerti, maka dari itu Kristo berinisiatif untuk menuangkan hal tersebut ke dalam karyanya yaitu film Tinggal Meninggal. Kebiasaan unik itu Kristo interpretasikan ke dalam karakter Gema, pemeran utama dalam karya film pertamanya.
Debutnya dalam industri film mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat, alur cerita hingga sinematografi yang dikemas dalam film ini disebut-sebut sebagai angin segar perfilman Indonesia. Film bergenre dark comedy ini menuai sorotan publik, film ini bukan hanya sekedar tontonan humor, tapi juga mengangkat isu sosial tentang pencarian makna kehidupan.
Film ini bercerita tentang karakter utama, Gema (diperankan oleh Omara Esteghlal) seorang lelaki yang sering merasa terpinggirkan dari dunia sosial, di lingkungan kerjanya pun Gema hampir dianggap ‘angin lalu’ oleh karyawan lainnya. Kehadiran dirinya yang sering tidak dianggap seketika berubah saat kematian Ayahnya menghampiri, ucapan duka dan perhatian mulai mengelilingi Gema.
Seiring berjalannya waktu, empati yang didapat Gema dari sekitar mulai sirna, Gema kembali ke dalam lingkaran kesepian. Di satu waktu, Gema berpikir untuk merangkai kebohongan-kebohongan demi mendapat afeksi kembali dari sekitar. Namun, sepandai-pandainya tupai meloncat pasti jatuh juga, rangkaian trik kecil yang dilakukan Gema justru menjadi awal dari kekacauan.
Baca Juga: Film Rangga & Cinta: The Rebirth of AADC Tayang 2 Oktober 2025
Karakter Gema yang suka berbicara sendiri di kehidupan sehari-harinya tak lain tak bukan adalah adaptasi dari kepribadian Kristo sendiri, Kristo yang juga sebagai penulis skenario menuang fenomena sosial yang sering terjadi, baik dari diri sendiri maupun sekitar.
Film bergenre dark comedy ini tidak hanya menyajikan humor belaka, tetapi juga pesan moral dan nilai-nilai sosial di dalamnya. Mulai dari unsur refleksi sosial, pencarian makna hidup, dan kesehatan mental juga dituang Kristo dalam karya film pertamanya. (mg24)