RADARSEMARANG.ID, Semarang - Setiap tanggal 28 Oktober bangsa Indonesia memperingati hari Sumpah Pemuda.
Momentum ini merujuk pada ikrar yang diucapkan para pemuda pada 28 Oktober 1928 lalu yang berisikan, ikrar bertanah air satu, berbangsa satu, berbahasa satu Indonesia.
Dua tahun sebelumnya, telah dilakukan Kongres Pemuda I mulai tanggal 30 April hingga 2 Mei 1926 di Batavia (Jakarta).
Baca Juga: Anti Bosan, Ini Ide Aktivitas Seru di Rumah Buat Menemani Libur Akhir Pekan
Semangat Sumpah Pemuda menjadi simbol persatuan dan perjuangan para generasi muda dalam memperjuangkan bangsa Indonesia.
Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk ikut serta memperingati hari Sumpah Pemuda salah satunya dengan menonton film.
Begitu banyak film tanah air yang mengangkat tema tentang perjuangan yang cocok untuk ditonton dan pastinya juga dapat menginspirasi.
Berikut 5 film Indonesia yang bisa menjadi teman menonton saat Sumpah Pemuda :
1. Wage (2017)
Film biopik mengenai pencipta lagu kebanggaan Indonesia Raya, Wage Rudolf Supratman yang dirilis pada 28 Oktober 2017 menjadi salah satu film tanah air yang cocok ditonton waktu Sumpah Pemuda.
Bercerita tentang kisah hidup Wage Rudolf Supratman, film ini juga memberikan warna baru dalam perkembangan film nasionalisme yang ada di Indonesia.
Dalam film ini tidak hanya menampilkan sejarah, tetapi juga mengangkat rasa nasionalisme dari sudut pandang seniman yang membuat film ini terasa unik dan berbeda dengan yang lainnya.
Sebanyak 5 nominasi dalam Festival Film Indonesia 2018 berhasil diraih oleh film ini di antaranya Pengarah Sinematografi Terbaik, Pemeran Pendukung Pria Terbaik, Penata Artistik Terbaik, Penata Rias Terbaik dan Penata Busana Terbaik.
2. Gie (2005)
Gie sendiri adalah film biografi yang menceritakan sosok Soe Hok Gie. Diperankan oleh aktor ternama Nicholas Saputra, film Gie ini merupakan adaptasi dari buku Catatan Seorang Demonstran karya Soe Hok Gie.
Soe Hok Gie atau yang akrab disapa Gie adalah pemuda keturunan China yang dikenal sebagai aktivis dan penulis lagu yang kritis pada tahun 1960-an.
Dikenal memiliki sikap hidup yang berbeda dari kebanyakan orang, Gie merupakan sosok yang jujur, lurus, tetapi juga berani dalam mengambil sikap. Justru dengan sifatnya itu Gie menjadi sulit diterima di lingkungannya.
Selain itu, perjuangan Gie semakin terasa ketika dirinya beranjak dewasa. Dengan sikapnya yang keras dan idealis membuat teman-teman Gie meninggalkannya.
Semangat kritis yang dimiliki Gie bisa menjadi sumber insipirasi generasi muda saat ini.
3. Bumi Manusia (2019)
Bumi Manusia yang diadaptasi dari novel Pramoedya Ananta Toer tidak hanya mencerminkan perjuangan yang dialami masyarakat pada masa kolonial, tetapi juga menjadi cerminan mendalam tentang identitas, kebebasan dan kemanusiaan.
Secara garis besar, film ini menceritakan kisah antara dua anak manusia yang saling jatuh cinta di tengah kesenjangan yang ada.
Baca Juga: Sering Lupa Ide atau Informasi? Ini Cara Mengatasinya lewat Metode Second Brain
Digambarkan seorang bumiputra keturunan priyayi yang bernama Tirto Adhi Soerjo atau yang kerap dipanggil Minke.
Nama Minke sendiri merupakan sebutan atau ejekan dari bangsa kolonial yang memiliki arti monyet.
Dalam film Bumi Manusia, Minke yang dipandang rendah karena bukan berasal dari bangsa kolonial jatuh cinta dengan Annelies, gadis keturunan Indo-Belanda.
Tidak hanya menceritakan kisah jatuh cinta antara Minke dan Annelies, film ini juga menggambarkan bagaimana kehidupan bumiputra pada masa kolonial dulu, bagaimana mereka yang dipandang rendah sekalipun di tanah air sendiri.
4. Sokola Rimba (2013)
Sokola Rimba adalah film yang menceritakan kisah seorang gadis bernama Butet Manurung, seorang antropolog dan aktivis pendidikan yang mengajarkan baca-tulis pada anak-anak Orang Rimba (Suku Anak Dalam) di Taman Nasional Bukit Duabelas.
Menggambarkan upaya Butet Manurung dalam memberikan akses pendidikan kepada Orang Rimba yang hidup di tengah hutan.
Begitu banyak rintangan yang dihadapi Butet termasuk dengan penolakan dari sebagian masyarakat adat yang khawatir akan perubahan cara hidup mereka.
Melalui kisahnya, film ini berhasil menyadarkan publik akan pentingnya pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.
5. 3 Srikandhi (2016)
Berkisah tentang tiga atlet panahan putri asal Indonesia yang berhasil meraih medai perak pertama di ajang Olimpiade Seoul 1988 pada cabang olahraga panahan.
Mengisahkan bagaimana perjalanan hidup tiga wanita Indonesia yang tengah berjuang dalam mempersiapkan Olimpiade Musim Panas di Seoul.
Selain atlet panahan yang harus terbaik, pelatih yang dicari dan bisa diandalkan adalah Donald Pandiangan atau yang dikenal sebagai "Robin Hood Indonesia".
Sementara mendekati waktunya, 3 Srikandhi ini memiliki masalah hidupnya sendiri-sendiri.
Pesan yang bisa diambil dari film ini yaitu prestasi tinggi dapat diraih melalui kerja keras dan semangat nasionalisme.
Dengan menonton film-film Indonesia tadi, generasi muda saat ini diharapkan bisa mengikuti jejak semangat persatuan dan perjuangan para pemuda dalam sejarah Sumpah Pemuda. (mg14)
Editor : Baskoro Septiadi