RADARSEMARANG.ID - Tanggal 15 Agustus 2025 menjadi catatan waktu penting dan paling dinanti bagi para penggemar series anime Demon Slayer di Indonesia.
Lewat akun Instagram resmi CGV Indonesia, tanggal 15 Agustus 2025, telah dikonfirmasi sebagai tanggal tetap penayangan dari film trilogi bagian pertama season akhir anime Demon Slayer. Tanggal yang sama juga berlaku pada penayangan di beberapa negara Asia Tenggara.
Animasi Demon Slayer Infinity Castle yang digarap oleh studio Ufotable diprediksi akan tampil memukau, sebagaimana cuplikan yang sempat ramai diperbincangkan ketika rencana Kagaya Ubuyashiki selaku ketua Korps Pembasmi Iblis, berhasil melemahkan Kibutsuji Muzan.
Efek ledakan dalam cuplikan tersebut menuai pujian dari penonton karena dinilai sangat realistis dan mendetail, memperkuat ekspektasi tinggi para penggemar terhadap kualitas visual anime Demon Slayer.
Film trilogi pertama Demon Slayer ini akan menampilkan kelanjutan dari pertarungan besar antara Kamado bersaudara dengan sembilan pilar melawan sang raja iblis, Kibutsuji Muzan, di Infinity Castle.
Dalam pertarungan sengit ini, Tanjiro dan para Hashira ditunut untuk menggabungkan seluruh kekuatan dalam pertarungan tanpa batas. Rencana Kibutsuji Muzan berhasil menarik para Hashira masuk ke dalam Infinity Castle untuk bertarung melawan para Iblis Upper Moon.
Lewat akun TikTok resmi Demon Slayer @anime_kimetsu_official, resmi dirilis cuplikan dari film trilogi bagian pertama: Demon Slayer Chapter 1 Revival. Tayangan cuplikan tersebut disambut dengan meriah oleh para penggemar.
Bertepatan dengan perilisan trailer kedua pada Minggu, 29 Juni 2025, pihak resmi juga mengumumkan bahwa Demon Slayer Chapter 1 Revival akan mulai tayang perdana di Jepang pada 18 Juli mendatang.
Perilisan Demon Slayer Chapter 1: Revival menandai dimulainya trilogi puncak dari perjalanan Tanjiro dan para pembasmi iblis untuk mengalahkan Kibutsuji Muzan.
Dengan latar Kastil Tak Berujung (Infinity Castle) sebagai medan pertempuran utama, film ini akan menjadi saksi bisu pertarungan akhir dari para pembasmi iblis.
Editor : Baskoro Septiadi