RADARSEMARANG - Film bergenre komedi garapan sutradara dari Bayu Skak, Cocote Tonggo ini mengangkat soal kehidupan keluarga di tengah gunjingan tetangga. Yang mulai tayang perdana pada Kamis, (15/5/25) di seluruh bioskop Indonesia.
Seperti diberitakan sebelumnya, pengambilan gambar Cocote Tonggo dilakukan di sejumlah kawasan bersejarah seperti Laweyan dan Lokananta, Solo.
Keunikan film ini juga terletak pada penggunaan Bahasa Jawa Mataraman khas Solo dalam dialognya.
Baca Juga: Film Mungkin Kita Perlu Waktu Menghadirkan Setiap Karakter Penuh Cerita Trauma, Ini Sinopsisnya
"Kami berharap Cocote Tonggo bisa menjadi tontonan yang segar dan memberikan sudut pandang baru tentang kebiasaan masyarakat yang suka orang lain tanpa introspeksi diri," ujar Bayu Skak dalam acara syukuran film ini di Solo, Jawa Tengah, pada September 2024.
Dari Asri Welas sebagai tetangga ceriwis yang hobinya ngomporin warga untuk membantu julid ke yang belakangnya, Yati Pesek sebagai rocker slengean tapi empatinya sangat tinggi.
Firza Valaza sebagai sahabat si tokoh utama yang celetukan asal-asal itu kerap bikin gonjang-ganjing, sampai Ayushita lakon utama yang tampil asik sebagai seorang istri yang jadi bahan omongan warga karena tak kunjung hamil.
Baca Juga: Film Gowok: Kamasutra Jawa Akan Hadirkan Sejarah Tradisi Dekonstruksi Patriarki
Film ini ceritain pasutri pemilik toko jamu kesuburan yang jadi bahan gunjingan warga karena tidak punya momongan.
Film Cocote Tonggo hadir sebagai tontonan menggelitik yang memancing banyak penonton akan gelak tawa juga, dengan pengingat bermakna.
Dari caranya memotret realita getir di sekitar, tetangga julid yang hobi urusin hidup orang lain, masyarakat yg kecanduan judol, dan orang-orang yang pura-pura ikutin standar kebahagiaan warga agar tidak jadi bahan omongan.
Baca Juga: Trailer Film Keluarga Super Irit Resmi Rilis Tayang di Bioskop Juni, Pemainnya Dwi Sasono Lengkap Sekeluarga
Premise film ini menjanjikan dan sangat solid. Dengan berkisah seorang wanita melanjutkan usaha ibunya menjual jamu kesuburan. namun justru dirinya belum diberikan keturunan.
Kontradiktif bukan? Memang ceritanya sangat berguna untuk dijadikan bahan omongan tetangga. Dan film ini berhasil mengulik bagaimana omongan tetangga bisa bikin dunia berubah.
Dengan tagline “Urip Ora Mung Nuruti Cocote Tonggo” memang benar adanya. Bayangin, nurutin setiap omongan negatif tetangga. "Kok belum ini, kok belum itu, kok begini, kok begitu."
Baca Juga: Maxime Bouttier Ikut Meranin Tokoh di Film Gundik, Jadi Apa? Berikut Daftar Pemain Gangster Perampok
Tantangan yang biasa banyak orang hadapi tiap hari, dan itu bikin kesel tapi filmnya yang sangat seru. Hawa para penikmat film ini ikut greget misuh berjamaah di bioskop.
Konflik di film Cocote Tonggo juga rapi sekali. Meskipun secara konklusif, ada upaya untuk menyelesaikan semua masalah yang ada, namun setelah dipikir, semua masalah terselesaikan kepada satu muara.
Cukup senang karena konflik gilanya, selain dikasih penyelesaian yang cukup, juga dikasih benih-benih empati sesekali ada konflik manis dan pahit juga.
Baca Juga: Film Agak Laen Dikabarkan Akan di Remake Produser Korea 'Parasite'
Ada banyak keresahan yang ingin disampaikan di sini seperti semakin rendahnya empati masyarakat ke sesama, orang-orang yang sulit bahagia karena terlalu dengerin kata orang lain.
Hingga masih minimnya kesadaran warga akan pentingnya kesiapan mental dalam membangun keluarga yang sehat padahal pengaruhnya sangat besar terhadap masa depan anak.
Dari sisi komedi, tidak usah ragu lagi. Para penonton akan dibuat bahagia dengan komedi yang dikasihi di Cocote Tonggo.
Baca Juga: Daftar Film Indonesia yang Berhasil Tembus Dunia, Salah Satunya Ada Jumbo?
Sampai di kata pembuka, logo bibir yang ada di film tersebut, bisa direpresentasikan sebagai pembuka komedi dan memberi tahu kalau "Siap-siap makan cocote tonggo."
Semua pemain bermain bagus, tentu saja highlight Asri Welas yang benar-benar menjadi karakter dan maen di taman bermain. Jadi memang sangat alami seperti Ibu-Ibu Julid yang demen omongin tetangga.
Film yang sangat rekomendasi banget untuk ditonton karena memang sekocak seru, agar mereka yang suka omongin orang lain pada tobat.